Kisah Guru SMP di Sampang Lakukan Aksi Kemanusiaan Bantu OT dan ODGJ
SalsabilaNews - Wednesday, 14 April 2021 | 06:35 PM



Seorang pria berdarah Sampang, Madura, Jawa Timur Raden Muhammad Syamsul Arifin mendedikasikan diri sebagai relawan untuk membantu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan Orang Terlantar (OT) di jalan.
Pria ini memandikan hingga memberi makan bahkan rela mengantarkan kembali kerumahnya, lalu menyebarkan video lewat akun Facebook Raden Sarpin dengan harapan agar ODGJ atau OT itu ditemukan pihak keluarga.

Syamsul Arifin merupakan warga Jalan Banyu Asih 1 Kelurahan Banyuanyar. Berprofesi sebagai guru, ia selalu meluangkan waktunya menyusuri jalanan di Kota Bahari menggunakan sepeda motor untuk mencari ODGJ atau OT.
Terdorong dari akvititas mulianya, salsabilafm.com mendatangi pria yang akrab disapa Mas Arif itu, untuk mengulik bagaimana ia menangani mereka yang menurut orang lain mengganggu.

"Aksi kemanusiaan ini saya lakukan berangkat dari diri sendiri, melihat di Sampang ini banyak Orang Terlantar (OT) dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), yang tidak terurus," ujar Arif saat ditemui di rumahnya, Selasa (13/04/2021).
Selain itu, dirinya mengaku terinspirasi dari Channel Youtube yang menayangkan bagaimana melakukan aksi kemanusian, sehingga hatinya tergerak untuk menolong orang yang dianggap masyarakat meresahkan.
Saat ini, ia tengah melakukan penanganan terhadap satu Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sering berada di Pelabuhan Tanglok, Camplong Sampang.
Bersama salah satu Youtuber Jawa Timur Dulur Budiman, ia mengajak ODGJ itu berbincang, dan diketahui berasal dari Pare Kediri bernama Pak Slamet. Sempat kesulitan, ODGJ itu akhirnya mau untuk dipotong rambut dan dimandikan hingga diberi pakaian dan makan.
Kemudian Mas Arif juga telah memulangkan seorang Kakek yang termasuk Orang Terlantar (OT) yang sering berkilaran di sekitaran Kota Sampang.
"Dengan tujuan untuk mencari sampah plastik, yang nanti sebagai biaya untuk membangun rumah, kata Kakek ini, bernama Pak Muna'am berasal dari Omben Sampang," ucapnya.
"Pak muna'am ini tinggal sendiri dan rumahnya sudah tidak layak huni, ada saudaranya, tapi kehidupannya juga serba dalam kekurangan, sehingga pak Muna'am menjadi tidak terurus," ucapnya.
Ia berharap ada uluran tangan dari pihak terkait terhadap para ODGJ atau OT ini, dan juga ia ingin dilibatkan dalam setiap pemberian bantuan agar apa yang diberikan bisa tepat sasaran.
"Semoga, terutama tretan madura tergerak untuk peduli kepada orang-orang seperti itu," pungkasnya. (Abaz)
Next News

Kenapa Kita Masih Butuh Festival Budaya di Era FYP dan Media Sosial?
in an hour

Pentingnya Festival Budaya di Era Digital dan Media Sosial
in an hour

Gen Z dan Tradisi Daerah: Kolot atau Justru Keren?
in an hour

Thrifting, Mix and Match, dan Capsule Wardrobe: Strategi Fashion Hemat
in an hour

Dari Pasar Senen ke Instagram: Evolusi Tren Thrifting di Indonesia
in an hour

Psikologi di Balik Hobi Koleksi: Kenapa Kita Suka Mengumpulkan Barang yang Tak Masuk Akal?
in an hour

Seni Menjaga Hati dan Dompet Saat Jatuh Cinta di Era Modern
2 days ago

Tips Memilih Kurma Terbaik Saat Jadi Tren di Bulan Ramadan
2 days ago

Kenapa Badan Terasa Lowbat Setiap Hari? Ini Penjelasannya
3 days ago

Lingkaran Setan Emotional Eating dan Dampaknya pada Kesehatan
3 days ago





