Harga Kebutuhan Pokok Naik, Ini Tips Hemat untuk Mengatur Keuangan Keluarga
Redaksi - Monday, 20 April 2026 | 10:00 AM


Harga Kebutuhan Pokok Naik, Ini Tips Hemat Biar Dompet Nggak Kena Mental
Pernah nggak sih lo ngerasa baru aja narik uang di ATM, terus pas dicek lagi dua hari kemudian, saldonya udah tinggal angka minimal yang nggak bisa ditarik? Rasanya kayak kena ghosting gebetan, tapi yang ini pelakunya adalah harga sembako. Akhir-akhir ini, kalau kita main ke pasar atau supermarket, rasanya kayak lagi masuk ke rumah hantu. Serem banget liat label harganya. Beras naik, telur naik, cabai apalagi—pedasnya nggak cuma di lidah tapi sampai ke hati dan pikiran.
Fenomena naiknya harga kebutuhan pokok ini emang bukan rahasia lagi. Katanya sih karena faktor cuaca, distribusi, sampai urusan geopolitik global yang sebenernya kita juga nggak paham-paham amat hubungannya sama dapur kita. Tapi yang pasti, dampaknya nyata banget buat dompet rakyat jelata kayak kita. Istilah "ngirit" bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, tapi udah jadi strategi bertahan hidup alias survival mode yang harus diaktifkan secara otomatis.
Nah, biar lo nggak pusing tujuh keliling dan dompet nggak kena mental, yuk kita bahas gimana caranya tetap survive di tengah gempuran harga yang makin nggak masuk akal ini. Simak tips santai tapi serius berikut ini!
1. Audit Keuangan: Cari Siapa "Pencuri" Tersembunyi
Langkah pertama yang paling krusial tapi sering dilupain adalah audit keuangan. Coba deh, luangkan waktu satu jam aja buat ngecek mutasi rekening atau catatan belanja bulan lalu. Seringkali, bukan beras yang bikin kita miskin mendadak, tapi pengeluaran kecil yang nggak berasa. Biaya parkir, biaya admin top-up e-wallet, sampai langganan streaming yang sebenernya jarang lo tonton.
Di era sekarang, banyak banget pengeluaran "gaib" yang kalau dikumpulin bisa buat beli beras satu karung. Coba jujur sama diri sendiri, seberapa sering lo beli kopi kekinian cuma buat dapetin 'vibes' kerja? Kalau emang harganya lagi gila-gilaan, mungkin saatnya lo back to basic: seduh kopi sendiri di rumah. Lebih hemat, dan rasanya ya nggak beda jauh lah kalau lo bisa ngeraciknya dengan benar.
2. Belanja Berdasarkan List, Bukan Berdasarkan Laper Mata
Pernah nggak lo masuk ke supermarket niatnya cuma beli sabun cuci piring, tapi pas keluar malah bawa satu troli penuh snack? Nah, itu namanya terjebak dalam perangkap retail. Saat harga kebutuhan pokok naik, lo harus punya "iman" yang kuat buat tetap pada rencana awal. Selalu bawa catatan belanja dari rumah.
Tips tambahannya: jangan pernah belanja pas perut lagi laper. Secara psikologis, orang yang belanja saat laper cenderung bakal ambil apa aja yang kelihatan enak di rak, padahal nggak butuh-butuh amat. Dengan bawa catatan, lo punya pagar biar nggak jajan sembarangan. Inget, setiap rupiah itu berharga pas harga cabai lagi setinggi langit.
3. Strategi Substitusi: Yang Penting Fungsinya Sama
Dunia nggak bakal kiamat kalau lo ganti merek deterjen atau sabun mandi ke yang lebih murah. Seringkali kita itu cuma loyal sama brand, padahal kualitasnya beda tipis atau bahkan sama aja. Di masa-masa sulit begini, gengsi itu harus dikesampingkan dulu. Coba cari barang-barang "house brand" atau merek asli supermarket tersebut yang biasanya ditaruh di rak bagian bawah. Harganya jauh lebih miring tapi fungsinya tetap sama.
Begitu juga soal makanan. Kalau daging sapi lagi mahal banget, ya udah ganti ke telur atau tempe dulu. Tempe itu superfood lho, proteinnya tinggi dan harganya relatif masih bisa diajak kompromi. Jangan maksa makan mewah kalau saldo lagi kritis, nanti malah makin boncos.
4. Musuhi Fitur Food Delivery (Sementara Waktu)
Jujur aja, aplikasi pesan antar makanan itu adalah musuh terbesar dompet di akhir bulan. Biaya layanan, biaya parkir, ongkir, plus harga makanan yang biasanya udah di-markup sama pihak resto. Kalau lo pesen makanan lewat aplikasi, harganya bisa selisih 30-50% dibanding kalau lo beli langsung atau masak sendiri.
Coba deh mulai belajar masak menu-menu simpel. Nggak harus jadi chef pro, yang penting matang dan bisa dimakan. Masak dalam porsi besar sekaligus (meal prep) terus disimpan di kulkas juga bisa jadi solusi biar lo nggak ribet tiap kali mau makan. Selain lebih sehat, uang yang harusnya buat bayar ongkir bisa lo alokasikan buat beli bahan pokok lainnya.
5. Cari Diskonan Tanpa Menjadi Konsumtif
Manfaatin promo cashback atau diskon di supermarket itu bagus, asal jangan jadi alasan buat belanja barang yang nggak perlu. Biasanya supermarket punya hari-hari tertentu buat diskon sayuran atau daging yang fresh. Ikutin akun media sosial toko langganan lo atau gabung di grup WhatsApp komplek yang suka bagi info promo.
Selain itu, jangan remehkan kekuatan pasar tradisional. Selain bisa nawar, lo juga ngebantu ekonomi pedagang kecil. Seringkali sayuran di pasar tradisional jauh lebih segar dan murah dibandingkan yang udah dibungkus plastik cantik di mall. Plus, lo bisa beli dalam jumlah sedikit, misalnya beli cabai cuma dua ribu rupiah, sesuatu yang nggak bisa lo lakuin di supermarket besar.
6. Dana Darurat Itu Wajib, Bukan Opsional
Di tengah kondisi ekonomi yang nggak menentu, punya dana darurat itu kayak punya payung pas lagi mendung gelap. Kita nggak pernah tahu kapan harga bakal melonjak lagi atau ada keperluan mendadak lainnya. Mulailah nyisihin uang, sekecil apapun itu. Jangan tunggu ada sisa uang di akhir bulan, karena biasanya nggak bakal ada sisanya. Sisihkan di awal gajian, meski cuma 50 ribu atau 100 ribu per bulan.
Intinya, ngatur keuangan di saat harga kebutuhan pokok naik itu emang butuh disiplin tingkat dewa. Ini bukan soal seberapa besar gaji lo, tapi seberapa pinter lo mengelola apa yang ada di tangan. Jangan sampai karena pengen kelihatan tetep "slay" di depan orang, lo malah menderita sendirian pas malam hari gara-gara mikirin tagihan.
Tetap tenang, tetap hemat, dan jangan lupa buat tetep bahagia meskipun cuma makan nasi anget pake kerupuk dan sambal. Karena pada akhirnya, yang penting itu kita bisa survive dan sehat terus bareng keluarga. Semangat buat para pejuang rupiah!
Next News

Tips menjaga imun tubuh
6 hours ago

Bahaya junk food
6 hours ago

Manfaat puasa senin kamis bagi kesehatan
6 hours ago

Makanan sehat sehari-hari
6 hours ago

Pola hidup sehat ala Nabi
6 hours ago

Fenomena Cuaca Tak Menentu di Indonesia, Ini Dampaknya bagi Aktivitas Harian
2 days ago

Alasan Kenapa Aroma Tertentu Bisa Bikin Kamu Mendadak Melow
2 days ago

Menunggu Itu Loading Screen Hidup yang Tak Bisa Di-skip
2 days ago

Cara Mengatasi Lelah Mental yang Membuat Hidup Terasa Abu-abu
2 days ago

Privasi di Internet: Hal yang Sering Diabaikan
7 days ago





