DLH Sumenep Perketat Pengawasan Pengelolaan Limbah 108 Dapur MBG
Redaksi - Friday, 24 July 2026 | 07:23 AM


salsabilafm.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memperketat pengawasan pengelolaan limbah di 108 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya itu dilakukan agar program pemenuhan gizi tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Sahroni Yusuf, mengatakan, setiap SPPG memiliki tanggung jawab mengelola limbah yang dihasilkan selama operasional dapur. Menurut dia, SPPG bukan hanya bertugas menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memiliki tanggung jawab mengelola limbahnya dengan benar.
"Jangan sampai program yang bertujuan menyehatkan masyarakat justru memunculkan persoalan lingkungan dikemudian hari," kata Anwar Sahroni, Jum'at (24/7/2026).
Dia mengatakan, DLH akan terus membina sekaligus mengawasi seluruh SPPG, agar memenuhi standar pengelolaan air limbah dan sampah sesuai ketentuan pemerintah. Pengawasan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh dapur MBG menjalankan sistem pengelolaan limbah yang sesuai standar.
"Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala," ujarnya.
"Tujuannya memastikan seluruh SPPG menerapkan sistem pengelolaan limbah yang aman, efektif, dan tidak mencemari lingkungan sekitar," sambungnya.
Anwar menjelaskan, pengawasan tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 2760 Tahun 2025 tentang Baku Mutu dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah serta Pengelolaan Sampah dari kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Selain pengawasan, DLH juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung, di antaranya peningkatan kapasitas teknis pengelola SPPG, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penerapan pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
"Penerapan prinsip 3R, jadi salah satu upaya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya sekaligus memastikan operasional dapur MBG berjalan selaras dengan upaya menjaga kualitas lingkungan hidup," pungkasnya. (*)
Next News

Jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 RI, Bupati Sampang Ajak Masyarakat Tingkatkan Gotong Royong
18 hours ago

890 Jumlah IKM di Sampang, 149 yang Tergabung dalam Sentra Industri
18 hours ago

Puncak Festival Pesisir ke-5, 400 Nelayan Gemakan Budaya Mandangin
2 days ago

Ikuti Renungan Suci HUT ke-81, Bupati Sampang: Kemerdekaan Lahir dari Pengorbanan
3 days ago

Festival Pesisir ke-5 HCML Dimulai, Ratusan Warga Mandangin Nikmati Layanan Adminduk dan Khitan Gratis
4 days ago

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, MWC NU Banyuates Sampang Salurkan Air Bersih
4 days ago

Kebakaran Hanguskan 2 Rumah di Pamekasan, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
4 days ago

Laga Soekarno Cup di Bangkalan Ricuh, Seorang Official Tim Diduga Pukul Wasit
4 days ago

Waskita Beton Precast Matangkan Kesiapan Gedung Jurusan Kesehatan POLTERA, Target Rampung Akhir Agustus 2026
5 days ago

Siswi di Pamekasan Meninggal Akibat Steven Johnson Syndrome, Dinkes: Hanya Satu Kasus
5 days ago
