Minggu, 25 Januari 2026
Salsabila FM
Life Style

Cinta Itu Pilihan

Redaksi - Saturday, 24 January 2026 | 06:00 PM

Background
Cinta Itu Pilihan
Cinta Itu Pilihan ( Istimewa/)

Cinta: Jalan Tak Ada Peta, Tapi Ada Banyak Tiket Gratis

Siapa yang bilang cinta itu cuma drama romantis yang diambil dari layar kaca? Padahal, cinta itu seperti perpustakaan ajaib di mana setiap buku berisi cerita yang belum pernah kau baca. Kamu mungkin pernah dengar ungkapan “cinta itu tak terukur”, tapi coba deh bayangkan: kalau cinta itu ukurannya, pasti ada yang berukuran “bintang 8” dan ada juga yang “bintang 12” – semacam rating yang tak ada di Google Play.

Di zaman sekarang, kalo lo masih mikirin cinta secara klasik, mungkin lo belum update. Cinta nggak hanya soal pacar, sahabat, atau bahkan pacaran yang “soft”. Cinta bisa muncul di mana saja: di pesan bareng teman lama, di senyum orang asing di kafe, atau bahkan di tawa bareng pacar yang lagi ngelamun di kamar.

Berikut ini beberapa cerita nyata yang bisa bikin kamu ngerasa, “eh, iya dong, ini udah saya tau tapi ngga pernah dengerin.”

1. Cinta Di Tengah Kecuaian

  • “Pernah nggak sih, lo ngerasa jatuh cinta tapi tiba-tiba lo sadar, itu bukan cinta, itu cuma rasa takut?”
  • Joko, 28, bekerja di startup, cerita, “Aku pernah jatuh cinta pada sahabatku, Nia. Tapi setelah beberapa minggu, aku sadar, itu lebih kayak ketergantungan, bukan kasih sayang. Dan yang paling lucu, Nia malah bilang, ‘Kalo aku ketagihan lo, itu bukan kafein, ini gula.’”
  • Intinya: Terkadang, cinta datang dari tempat yang tak terduga. Dan kita harus tahu kapan mau memeluk, kapan harus melepaskan.

2. Cinta Seperti Playlist Lagu

Setiap orang punya playlist cinta yang unik. Ada yang suka lagu rock, ada yang pilih pop, dan ada yang masih pakai lirik “mystery love” yang belum pernah terjamah. Tapi, satu hal yang pasti: playlist ini harus terus update.

Budi, 23, lagi ngejar karir di Jakarta, bilang, “Cinta itu seperti playlist TikTok. Kalau lama-lama lo di-echo, lo harus refresh. Kalau playlistnya sudah habis, lo harus cari lagu baru yang bikin lo happy.”

Dan ya, jangan lupa, playlist cinta juga punya track “slow jam” buat momen romantis, dan track “energi tinggi” buat momen workout bareng pasangan. Jadi, kamu siap nambahin lagu baru ke playlist cinta lo?

3. Cinta Itu Bukan Hanya “Bertemu”

Teman-teman, banyak yang bilang “cinta itu tentang momen ketika kalian bertemu.” Tapi, di dunia digital, cinta bisa tumbuh lewat chat, memes, atau bahkan komentar di postingan Instagram.

Contohnya, Tia, 26, bilang, “Aku baru dengar tentang “lovestruck” lewat komentar teman, terus jadi curhat ke sahabat. Dari situ, aku tahu, cinta itu bisa tumbuh dari percakapan singkat.”

Itulah mengapa sekarang, banyak orang menganggap “online relationship” itu valid. Ya, meski mata belum pernah terhubung, hati bisa terhubung lewat pesan emoji dan cerita hidup.

4. Cinta Itu Bisa Bekerja Sama Seperti Duo Kucing

Kalau kamu pernah liat dua kucing yang saling menyendiri, tapi terus akhirnya bersatu untuk memakan ikan, coba bayangkan dua orang yang punya hobi berbeda tapi tetap saling mendukung. Itu nama pasangan yang hebat.

Rini, 30, yang bekerja di bank, dan Rafi, yang suka fotografi, dulu punya perbedaan: Rini suka rencana, sedangkan Rafi suka spontan. Tetapi, mereka belajar memanfaatkan kelebihan masing-masing. Saat Rafi sedang menyiapkan kamera, Rini biasanya menyiapkan kopi. Jadi, cinta mereka itu bukan sekadar “mencinta”, tapi “mencintai” bersama.

5. Cinta: Pilihan, Bukan Keputusan

Gak ada yang bilang, “aku jatuh cinta.” Semua orang memutuskan, “ini dia yang mau aku pilih.” Dan itu bukan berarti salah. Karena, cinta itu pilihan yang dibangun di atas kepercayaan dan harapan.

Misalnya, di antara dua pacar, ada yang lebih memilih “cinta dengan rasa nyaman”, dan ada yang memilih “cinta dengan tantangan”. Keduanya valid, asal mereka sadar pilihan mereka dan tidak memaksakan ke teman lain.

Kesimpulan: Cinta Itu Tugas Sehari-hari

Yup, cinta bukan hanya tentang romantisme. Cinta itu pekerjaan yang harus diurus setiap hari. Seperti kebiasaan minum kopi di pagi hari, atau menulis catatan harian. Itu sebabnya, ketika kita merasa cinta sedang luntur, coba cek kembali rutinitas sederhana itu. Mungkin saja, yang hilang bukan cinta, tapi koneksi yang sudah lama terputus.

Dan terakhir, jangan takut untuk mencoba hal baru. Karena cinta itu dinamis. Seperti playlist musik, ia terus berubah, berkembang, dan kadang menambah beberapa lagu baru yang kamu belum pernah dengar sebelumnya. Jadi, siap buat mencicipi “cinta” versi kamu sendiri? Jangan lupa, tetap jujur pada diri sendiri, dan jangan lupa, cinta itu juga tentang kebahagiaan, bukan sekadar drama.