Rabu, 15 April 2026
Salsabila FM
Life Style

Cara menjaga kesehatan jantung

Redaksi - Monday, 06 April 2026 | 10:10 AM

Background
Cara menjaga kesehatan jantung
Cara menjaga kesehatan jantung ( Istimewa/)

Menjaga Jantung: Biar Nggak Cuma 'Deg-degan' Pas Ketemu Gebetan Doang

Jujur aja, kita ini sering kali lebih peduli sama kesehatan baterai HP daripada kesehatan jantung sendiri. Kalau persentase baterai sudah menyentuh angka 10 persen, kita langsung panik cari charger, kelabakan kayak kehilangan arah hidup. Tapi kalau jantung sudah mulai kasih kode lewat napas ngos-ngosan pas naik tangga lantai dua, kita cuma bilang, "Ah, faktor U," atau "Efek jarang olahraga aja nih." Padahal, jantung itu satu-satunya organ yang nggak pernah ambil jatah cuti tahunan apalagi healing ke Bali. Dia kerja terus 24/7 tanpa minta kenaikan gaji.

Masalahnya, gaya hidup anak muda zaman sekarang—alias kita-kita ini—sering kali jadi musuh dalam selimut buat si organ pemompa darah ini. Dari kebiasaan begadang nonton serial marathon, maruk kopi susu gula aren setiap siang, sampai hobi rebahan alias mager yang sudah mencapai level profesional. Kalau kita nggak mulai sadar dari sekarang, jangan kaget kalau di masa depan jantung kita protes dengan cara yang nggak enak. Menjaga kesehatan jantung itu sebenarnya nggak harus se-ekstrem ikut marathon tiap minggu, kok. Ada cara-cara yang lebih manusiawi dan tetap masuk akal buat dilakukan kaum mendang-mending kayak kita.

Makanan: Antara Gorengan dan Investasi Masa Depan

Mari kita bicara jujur soal makanan. Siapa yang bisa nolak aroma bakwan anget pas lagi hujan? Atau kenikmatan ayam geprek dengan level pedas yang bikin telinga berdenging? Enak banget, kan? Tapi di balik kenikmatan duniawi itu, ada kolesterol jahat (LDL) yang lagi antre mau menyumbat pembuluh darah kita. Jantung kita itu ibarat mesin mobil, kalau dikasih bahan bakar yang penuh kotoran, lama-lama mesinnya bakal brebet dan akhirnya mogok di tengah jalan tol.

Mengatur pola makan bukan berarti kamu harus berubah jadi kambing yang cuma makan selada tiap hari. Kuncinya ada di keseimbangan. Cobalah buat lebih sering bilang "nggak" ke makanan yang digoreng rendam atau deep-fried. Kurangi juga asupan garam dan gula yang suka ngumpet di balik kemasan minuman kekinian. Kalau biasanya pesan boba dengan gula normal, coba deh sesekali pesen yang less sugar. Kecil emang pengaruhnya buat hari ini, tapi buat sepuluh tahun ke depan, jantung kamu bakal bilang makasih banget. Jangan lupa masukin unsur warna-warni dari sayur dan buah ke piring makanmu, biar nggak cuma estetik buat di-post di Instagram Story, tapi juga beneran bergizi buat pembuluh darah.

Gerak Dikit, Biar Nggak Jadi 'Manusia Karpet'

Istilah "sedentary lifestyle" atau gaya hidup kurang gerak itu nyata banget dampaknya. Kita sering terjebak di depan laptop selama berjam-jam, lalu pindah ke kasur buat scrolling TikTok sampai subuh. Tubuh kita itu didesain untuk bergerak, bukan buat jadi pajangan kursi kantor. Kurang gerak bikin sirkulasi darah jadi lambat, dan jantung dipaksa kerja lebih keras meski kita cuma duduk diam.



Nggak perlu langsung daftar gym mahal yang ujung-ujungnya cuma jadi donatur tetap karena jarang datang. Mulailah dari hal kecil. Jalan kaki 15 menit keliling komplek sambil dengerin podcast favorit itu sudah cukup buat langkah awal. Atau kalau lagi di mall, coba deh sesekali pakai tangga manual daripada eskalator kalau cuma naik satu lantai. Intinya, buat jantungmu berdenyut sedikit lebih kencang dari biasanya setiap hari. Olahraga itu bukan hukuman karena kamu makan kebanyakan, tapi perayaan karena tubuhmu masih bisa bergerak aktif.

Stress Management: Karena Jantung Juga Bisa Kena Mental

Pernah nggak sih ngerasa dada sesak atau jantung berdebar kencang banget pas lagi dikejar deadline atau pas lagi overthinking soal masa depan? Itu tandanya mental health kamu lagi berpengaruh langsung ke kesehatan fisik. Hormon kortisol yang keluar saat kita stres itu kalau diproduksi terus-menerus bisa bikin tekanan darah naik. Kalau tekanan darah sudah tinggi, jantung lagi-lagi yang jadi korbannya.

Belajarlah buat 'bodo amat' pada tempatnya. Jangan semua hal dimasukin ke hati sampai bikin nyesek. Cari cara buat rilis stres yang nggak ngerusak badan. Ada yang suka nulis jurnal, ada yang suka main game, atau sekadar deep talk sama temen tanpa megang HP. Tidur yang cukup juga krusial banget. Begadang itu mungkin terlihat keren dan produktif di mata budaya hustle culture, tapi di mata jantung, itu adalah penyiksaan pelan-pelan. Tidur 7-8 jam itu bukan malas, itu adalah proses servis rutin buat organ tubuhmu.

Berhenti Jadi 'Naga' dan Mulai Hidup Bersih

Ini mungkin bagian yang paling berat buat sebagian orang: rokok dan vape. Sering kali kita merasa sebat (sebatang) bisa ngilangin pusing. Tapi kenyataannya, zat kimia di dalamnya itu bikin dinding pembuluh darah rusak dan memicu plak. Mau itu rokok konvensional atau elektrik, keduanya punya risiko masing-masing yang bikin jantung harus kerja ekstra keras. Kalau kamu sayang sama tabungan buat masa tua, mending alokasikan uang rokok itu buat investasi lain. Bayangin berapa biaya rumah sakit buat pasang ring jantung sekarang? Mahal banget, mending uangnya buat jalan-jalan ke luar negeri, kan?

Selain itu, jangan remehkan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up secara berkala. Nggak perlu nunggu ada keluhan baru ke dokter. Cek tensi, cek gula darah, dan cek kolesterol itu penting biar kita tahu kondisi "jeroan" kita yang sebenarnya. Jangan kayak orang yang takut ke bengkel karena takut ketahuan mesinnya rusak. Justru kalau tahu lebih awal, perbaikannya bakal lebih murah dan gampang.



Menjaga kesehatan jantung itu adalah bentuk self-love yang paling nyata. Bukan cuma soal pakai skincare atau beli baju baru, tapi soal gimana kita menjaga mesin utama yang bikin kita tetap bisa bernapas dan mengejar mimpi. Jadi, mulai besok, yuk lebih peka sama tanda-tanda yang dikasih jantung. Jangan sampai kita baru sadar betapa berharganya dia pas dia sudah mulai kelelahan. Hidup ini cuma sekali, jangan sampai berhenti di tengah jalan cuma gara-gara kita lalai menjaga satu organ yang paling setia menemani kita sejak dalam kandungan.