Akibat Covid-19, Disperindag Gagal Terapkan e-Restribusi Pasar Tahun Ini
SalsabilaNews - Friday, 20 November 2020 | 09:40 AM



Penerapan elektronik retribusi pasar (e-Rpas) di pasar tradisional belum merata. Hal ini, menyebabkan Upaya menekan kebocoran retribusi pasar tahun ini belum maksimal.
Empat pasar yang direncanakan bakal menggunakan e-Rpas tahun ini gagal. Pemerintah hanya akan menggelar sosialisasi dengan anggaran sebesar Rp 15 juta.
Kabid Pengelolaan Pasar Disperdagprin Sampang M. Rosul menyampaikan, rencananya e-Rpas diterapkan di empat pasar. Yakni, Pasar Pangarengan, Banyuates, Karang Penang, dan Srimangunan. Namun semuanya gagal, karena anggaran terdampak refocusing.
"Karena ada kebijakan refocusing anggaran untuk Covid-19, terpaksa ditunda. Tapi, tetap kita upayakan untuk direalisasikan," katannya, Jum'at (20/11/20).
Penerapan e-Rpas cukup efektif menekan ke bocoran PAD retribusi pasar. Hal itu dia buktikan pada Pasar Rongtengah. Realisasi PAD di pasar tersebut mencapai target yang ditentukan.
Rosul menuturkan, pada APBD Perubahan 2020 pihaknya mendapat suntikan dana senilai Rp 15 juta. Namun, hanya cukup untuk sosialisasi. Sementara penerapannya menunggu anggaran tahun depan.
"Sosialisasinya belum, masih persiapan, tahun depan baru pelaksanaan e-Rpas," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Mengapa Mudik Jadi Fenomena Paling Kolosal di Indonesia?
in 6 hours

Mengenal Sisi Manusiawi Orang Tua Saat Kita Mulai Beranjak Dewasa
in 6 hours

Cara Mudah Mulai Investasi Kesehatan Sebelum Terlambat
in 6 hours

Menghadapi Digital Dependency: Apakah HP Mengontrol Hidupmu?
in 6 hours

Strategi Biar Uang Nggak Cuma Numpang Lewat di Rekening
in 6 hours

Alasan Magis Mengapa Profesi Penyiar Radio Masih Bertahan
in 6 hours

5 Cara Jaga Imun Agar Tidak Sakit Saat Jadwal Padat
in 6 hours

Kenapa Kita Sering Gagal Melupakan Mantan Meski Sudah Berusaha?
in 6 hours

Dilema Nanggung: Saat Deadline Beradu dengan Panggilan Adzan
in 6 hours

Cara Mengatur Waktu Agar Tidak Selalu Dikejar Deadline
in 5 hours





