Kamis, 22 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

1 Juta Liter Air Bersih: Gerakan Nyata FSS Atasi Bencana Kekeringan

Syabilur Rosyad - Monday, 19 October 2026 | 07:32 AM

Background
1 Juta Liter Air Bersih: Gerakan Nyata FSS Atasi Bencana Kekeringan
Ketua Forum Sampang Sehat (FSS) Siti Farida saat sesi Salsa Talkshow, Minggu (18/10/2026). (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com - Program 1 Juta Liter Air Bersih yang digagas Forum Sampang Sehat (FSS) telah menyalurkan lebih dari 1,2 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang. Penyaluran tersebut akan terus berlanjut untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.


Ketua Forum Sampang Sehat, Siti Farida, mengatakan, program tersebut menyasar tujuh kecamatan di Kabupaten Sampang. Pelaksanaannya mengacu pada data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mencatat wilayah terdampak kekeringan tersebar di 12 kecamatan.


Menurut Siti Farida, FSS menerapkan sistem layanan melalui hotline agar masyarakat terdampak kekeringan dapat melaporkan kebutuhan air bersih di wilayahnya.




"Program ini kami jalankan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Saat ini, air bersih yang sudah tersalurkan lebih dari 1,2 juta liter dan jumlahnya akan terus bertambah," katanya saat sesi Salsa Talkshow, Minggu (18/10/2026).


Dalam setiap penyaluran, FSS mendistribusikan sekitar 3.000 hingga 6.000 liter air bersih, menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.




Farida mengungkapkan, antusiasme warga menjadi salah satu motivasi terbesar bagi tim FSS untuk terus menjalankan program tersebut. Sambutan masyarakat saat penyaluran memberikan semangat tersendiri bagi para relawan.


"Yang menjadi penyemangat kami adalah melihat langsung antusiasme warga. Mereka mengantre sambil tersenyum dan berbondong-bondong mengucapkan terima kasih. Hal sederhana seperti itu sangat berarti bagi kami untuk terus bergerak membantu masyarakat," ungkapnya.


Program tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya BUMD PT Sampang Geliat Mandiri (GSM), RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, RS Qona'ah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), PDAM Trunojoyo Sampang serta berbagai pihak lainnya. 




Dukungan berbagai pihak tersebut turut membantu pelaksanaan distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.


Meski demikian, Farida mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program, terutama keterbatasan armada pengangkut air dan ketersediaan BBM jenis solar yang mulai agak sulit diperoleh. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga kelancaran distribusi ke berbagai wilayah.




"Kendala kami saat ini adalah armada yang masih terbatas, ditambah ketersediaan solar yang mulai agak sulit. Namun, kami akan terus berupaya agar penyaluran air bersih tetap berjalan dan bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.


Dia menyadari bahwa penyaluran air bersih merupakan solusi jangka pendek dalam menghadapi persoalan kekeringan. Meski begitu, FSS berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sampang.


"Walaupun ini merupakan solusi jangka pendek, kami berharap program yang kami lakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Sampang, khususnya warga yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih," pungkasnya. (Syad)