Sampang Diguyur Hujan, Petani Garam Batal Panen

Sampang Diguyur Hujan, Petani Garam Batal Panen
Aktivitas salah satu petani garam di Sampang

Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang dalam beberapa hari lalu membuat petambak garam menanggung kerugian. Pemicunya, tambak garam siap panen kembali hancur diterpa hujan.

Salah seorang petani garam, Moh Naji (45) warga Desa Cangkarman, Kecamatan Pangarengan, kabupaten Sampang mengatakan, mayoritas petani garam tidak sempat menyelamatkan hasil panennya dari hujan.

Menurutnya, sejumlah lahan sudah waktu panen tetapi kembali larut menjadi air karena hujan turun tanpa bisa diprediksi, bahkan hasil panen garam di pinggir lahan tidak sempat terselamatkan.

“Biasanya, kalau mau hujan beberapa hari sebelumnya ditandai dengan mendung, tapi kali ini tiba-tiba hujan deras, sehingga garam yang sudah ada dipinggir lahan dan yang siap panen tidak sempat terselamatkan dari hujan,” ungkapnya, Senin (20/9/2021).

Kendati mengalami kerugian akibat hujan, Naji bersama sejumlah petani garam di Sampang tetap optimis untuk terus melakukan aktivitasnya, sebab meyakini kemarau masih lama cukup hingga panen.

“Sebagai petani, memproduksi hasil pertanian adalah menjadi suatu kebanggaan, jadi selama masih ada panas kemarau kami akan tetap memproduksi, karena menurut perhitungan saya kemarau masih lama,” katanya.

Sementara itu, Kabid Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Sampang, Moh. Mahfud menyampaikan, hujan pertama yang terun di wilayah lahan pegaraman Sampang memang mengganggu produksi garam.

Namun ia berharap, hal tersebut tidak mempengaruhi usaha petani, sehingga target produksi garam tuhun 2021 di Sampang, sebanyak 295.000 ton garam tetap dapat tercapai.

“Hujan kali ini merusak produksi garam, kami belum tahu secara pasti berapa kerugian yang dialami para petani, tapi mudah-mudahan target produksi garam tahun ini tetap dapat tercapai,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.