Hapus Bantuan Pembibitan Tembakau, Dinas Pertanian Sampang Fokus Pengadaan Alsintan

Hapus Bantuan Pembibitan Tembakau, Dinas Pertanian Fokus Pengadaan Alsintan
Kondisi pertanian tembakau di wilayah Sampang

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang mengganti program bantuan pembibitan dan budidaya tembakau dengan pengadaan alat mesin pertanian (Alsintan).

Pengadaan alat mesin pertanian tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021.

Kepala Disperta KP sampang Suyono mengatakan bahwa anggaran DBHCHT tahun ini memang akan difokuskan untuk pengadaan alat mesin pertanian.

“Sekarang kita alihkan ke pengadaan Hand tracktor, cultivator, dan alat alat mesin pertanian lainnya, dana yang disediakan untuk pengadaan alat pendukung peningkatan pertanian tersebut mencapai Rp. 4 miliar,” ungkapnya.

Dijelaskan, alat-alat mesin pertanian tersebut nantinya bukan diberikan kepada petani secara perorangan, tapi diberikan kepada masing-masing kelompok tani (Poktan) di wilayah Sampang.

“Sudah banyak yang mengajukan proposal ke kami, namun tidak semua kelompok bisa mendapatkan bantuan tersebut. Selain alat terbatas, kelompok yang tidak memenuhi syarat jelas tidak akan diberikan bantuan,” katanya.

Saat ini, Disperta KP masih mengevaluasi dan menyeleksi semua proposal yang masuk. Sebab, dihawatirkan kelompok tersebut tidak memenuhi syarat atau sudah pernah menerima bantuan.

“Bantuan tersebut diberikan kepada petani untuk mempermudah dalam pengolahan tembakau. Harapannya, bantuan tersebut benar-benar dimaksimalkan oleh para petani di Sampang,” ujarnya.

Disamping itu, kabar kurang sedap harus diterima petani tembakau di Sampang, karena anggaran yang seharusnya diperuntukkan pada petani tembakau digeser ke penanganan Covid-19.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta KP Sampang Nurdin mengatakan bahwa pihaknya telah mengalokasikan Rp. 125 juta untuk program bantuan bibit tembakau, hanya saja terdampak refocusing.

“Tahun sebelumnya, kami alokasikan Rp 125 juta untuk program bantuan bibit tembakau. Tapi karena ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, maka terpaksa kami hapus,” paparnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.