Cuaca Kurang Bersahabat Pada Tembakau, Disperta KP Sarankan Petani Tanam Kacang Vima

Cuaca Kurang Bersahabat Pada Tembakau, Disperta KP Sarankan Petani Tanam Kacang Vima
Kelimpangan, petani tembakau di Sampang akibat cuaca yang tidak menentu. (Foto: Mukrim)

Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat petani tembakau harus mengeluarkan biaya ekstra. Kemarau yang diprediksi berakhir pada awal Mei ternyata sebaliknya. Intensitas hujan masih terus tinggi sehingga petani tembakau terancam merugi.

Tanaman tembakau tidak bisa bertahan hidup jika sering terkena air hujan seperti yang terjadi di musim ini. Oleh sebab itu, petani memilih musim kemarau untuk menanam tanaman berdaun emas tersebut.

“Sekarang kadang hujan kadang terang. Padahal tanaman tembakau dipilih untuk ditanam pada kemarau agar tidak banyak terkena air. Tapi jika sering hujan dan sering terkena air, maka tanaman tembakau akan mati,” ujar Faizal Mubarok seorang petani tembakau asal Pangilen Sampang.

Faizal Mubarok mengaku was-was dengan cuaca yang akhir-akhir ini kurang bersahabat. Ia khawatir tanaman tembakau yang telah ia tanam akan mati akibat terkena air hujan yang tidak dapat lagi diprediksi.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah bagi kami petani tembakau. Terutama dalam mengatasi cuaca tidak menentu seperti sekarang ini,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang menjelaskan tembakau merupakan jenis tanaman yang rentan rusak terkena air hujan. Saat ini, petani sudah banyak yang menanam tembakau, meski cuaca masih terbilang kurang bersahabat.

Kepala bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dan Holtikultura Disperta KP Sampang, Nuruddin menyampaikan intensitas hujan masih cukup tinggi. Apabila hal ini terus terjadi, perlu antisipasi dini agar petani tembakau di Sampang tidak merugi.

“Untuk itu, kami sarankan agar petani menanam kacang hijau Vima, karena tanaman kacang hijau vima dinilai dapat beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tak menentu, terlebih lebih efisien dan irit biaya,” ucap Nuruddin.

Ia menjelaskan, kacang hijau vima merupakan varietas unggul yang dilepas Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) pada 2018 lalu. Jenisnya berbeda dengan kacang hijau lokal yang masa tanamnya agak lama, serta panenya masih bertahap hingga tiga kali.

Kacang hijau vima memiliki keunggulan dari segi produktivitas maupun kemampuan untuk panen serempak 80 sampai 85 persen dengan umur tanam 56 hari. “Selain itu, kacang vima mempunyai kadar protein 22,1 – 23,3 persen, kadar lemak 0,60,7 persen, dan tahan penyakit embun tepung juga hama thrips,” tutupnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *