Rabu, 15 April 2026
Salsabila FM
Life Style

Kenapa Waktu Terasa Cepat Saat Kita Sibuk? Ini Penjelasannya

Redaksi - Tuesday, 14 April 2026 | 09:00 AM

Background
Kenapa Waktu Terasa Cepat Saat Kita Sibuk? Ini Penjelasannya
Kenapa Waktu Terasa Cepat Saat Kita Sibuk? Ini Penjelasannya ( Istimewa/)

Kenapa Waktu Terasa Sat-set Saat Kita Sibuk? Ternyata Ini Alasan Logisnya

Pernah nggak sih lo lagi asyik ngerjain tugas, atau mungkin lagi dikejar deadline yang bikin kepala mau meledak, terus tiba-tiba pas liat jam, eh udah magrib aja? Padahal rasanya baru tadi pagi lo nyeruput kopi sambil scrolling TikTok sebentar. Rasanya kayak ada lubang hitam yang baru aja nelan waktu lo bulat-bulat tanpa permisi. Sementara kalau lo lagi gabut, nungguin antrean di bank, atau nunggu balesan chat dari si doi yang cuma di-read doang, satu menit berasa kayak satu abad.

Fenomena ini bukan sihir atau gara-gara ada konspirasi alien yang lagi mainin putaran bumi. Ini adalah hal yang lumrah dan punya penjelasan ilmiah yang cukup masuk akal. Kenapa sih waktu itu sifatnya sangat subjektif? Kenapa dia bisa lari kencang banget pas kita lagi sibuk, tapi mendadak mager pas kita lagi bosan? Yuk, kita bedah pelan-pelan sambil santai.

Daya Tampung Otak dan Urusan Atensi

Secara sains, otak kita itu punya cara kerja yang unik soal waktu. Waktu itu sebenarnya bukan sesuatu yang kita indra kayak kita ngelihat warna atau denger suara. Otak kita mempersepsikan waktu lewat apa yang kita sebut dengan "atensi" atau perhatian. Bayangin otak lo itu kayak memori HP yang kapasitasnya terbatas. Pas lo lagi sibuk banget, alias mode "sat-set-sat-set", perhatian lo terbagi habis buat nyelesein tumpukan pekerjaan.

Dalam kondisi ini, lo nggak punya sisa ruang di otak buat mikirin, "Eh, sekarang jam berapa ya?". Karena lo nggak naruh perhatian ke jalannya waktu, otak lo berhenti ngitung detiknya secara sadar. Akibatnya, pas lo akhirnya "noleh" lagi ke jam dinding, lo kaget karena jarumnya sudah melesat jauh. Sebaliknya, pas lo lagi nggak ngapa-ngapain, fokus lo cuma satu: nungguin waktu lewat. Makanya, setiap detik kerasa berat karena otak lo lagi nggak punya kerjaan lain selain ngitungin pergerakan waktu itu sendiri.

Terjebak dalam "Flow State"

Pernah denger istilah flow state? Ini adalah kondisi di mana lo bener-bener tenggelam dalam apa yang lo lakuin. Biasanya terjadi pas lo lagi ngerjain hobi, main game, atau ngerjain project yang lo suka banget (atau yang saking ribetnya sampe lo nggak bisa mikir hal lain). Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi bilang kalau dalam kondisi flow ini, ego lo hilang dan lo jadi menyatu sama aktivitas itu.



Dalam kondisi flow, sirkuit saraf di otak lo lagi kerja maksimal tapi efisien banget. Karena fokusnya sangat tajam, sinyal-sinyal eksternal kayak suara bising di sekitar atau rasa lapar pun sering kali terabaikan. Apalagi urusan waktu. Buat orang yang lagi masuk zona ini, waktu itu kayak nggak ada harganya. Tahu-tahu kerjaan selesai, tapi matahari sudah tenggelam. Ini adalah momen-momen paling produktif tapi sekaligus paling "berbahaya" buat lo yang sering lupa makan atau lupa istirahat.

Memori dan Teori "Liburan yang Singkat"

Ada satu paradoks yang menarik banget soal waktu. Pernah ngerasa nggak kalau lo lagi liburan, rasanya hari berlalu cepet banget? Tapi pas lo udah pulang ke rumah dan inget-inget lagi momen liburan itu, rasanya liburan itu lama dan berkesan banget. Ini beda sama minggu kerja yang sibuk. Pas lagi dijalanin kerasa cepet banget, tapi pas diinget-inget di akhir pekan, rasanya lo nggak ngelakuin banyak hal alias nge-blur gitu aja.

Kenapa bisa gitu? Jawabannya ada pada pembentukan memori. Saat kita sibuk dengan rutinitas yang itu-itu aja, otak kita nggak nemuin hal baru yang perlu disimpan sebagai "memori jangka panjang" yang kuat. Otak kita itu pinter, dia bakal melakukan "kompresi data" terhadap hal-hal yang membosankan dan berulang. Jadi, pas lo ngelihat ke belakang, ingatan lo cuma punya sedikit "penanda" waktu, yang bikin rentang waktu itu kerasa pendek.

Sedangkan pas liburan, banyak hal baru yang lo liat dan rasain. Otak lo rajin banget nyatet setiap detail. Hasilnya, "file" memori lo jadi gede banget. Pas lo buka lagi ingatan itu, lo ngerasa durasinya lama karena banyak banget data yang tersimpan di sana. Jadi, kalau lo ngerasa hidup lo berlalu gitu aja tanpa makna, mungkin itu tandanya lo butuh variasi biar otak lo punya bahan buat bikin kenangan baru.

Opini: Sibuk Itu Pilihan, tapi Waktu Tetap Milik Kita

Jujur aja, di zaman sekarang yang serba cepat ini, ada semacam glorifikasi terhadap "kesibukan". Seolah-olah kalau nggak sibuk, kita itu nggak produktif atau kurang keren. Padahal, terjebak dalam waktu yang terasa cepat terus-menerus itu bisa bikin kita capek secara mental. Kita kayak robot yang cuma jalanin program tanpa sempet ngerasain "saat ini" atau present moment.



Menurut gue pribadi, sekali-kali kita perlu ngerasain waktu yang berjalan lambat. Kita perlu momen "boring" biar otak bisa istirahat dari gempuran informasi. Nggak apa-apa kok kalau kadang-kadang kita cuma duduk diem ngeliatin burung terbang atau dengerin lagu tanpa sambil buka aplikasi lain. Itu cara kita buat "merebut" kembali waktu kita yang sering kali dicolong sama deadline dan notifikasi HP.

Kesimpulan

Waktu yang terasa cepat saat kita sibuk itu adalah bukti kalau otak kita lagi bekerja keras mengelola atensi. Itu adalah mekanisme alami yang nggak perlu dikhawatirin berlebihan. Tapi, kalau lo mulai ngerasa hidup lo kayak film yang diputar dengan kecepatan 2x lipat, mungkin sudah saatnya lo tarik rem tangan sebentar.

Coba deh cari satu hal baru setiap hari, entah itu lewat jalan yang beda pas pulang kantor, atau nyobain menu makanan yang belum pernah lo makan sebelumnya. Dengan begitu, otak lo bakal punya alasan buat "melambat" dan mencatat memori lebih banyak. Karena pada akhirnya, hidup itu bukan soal seberapa cepat kita sampai ke garis finish, tapi soal seberapa banyak pemandangan yang sempet kita nikmatin di sepanjang jalan.

Jadi, gimana? Hari ini lo mau bikin waktu lo terasa cepat atau lambat? Pilihan ada di tangan lo, dan tentu saja di bagaimana lo mengatur fokus otak lo yang ajaib itu.