IPM Sampang Terendah di Jawa Timur, Cabdin Pendidikan Luncurkan Inovasi GEmeS
Ach. Mukrim - Monday, 29 July 2024 | 09:39 PM


salsabilafm.com- Faktor pendidikan menjadi penyebab Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Bahari menduduki posisi paling rendah di Jawa Timur. Menggapi hal itu, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jatim Wilayah Sampang akan meluncurkan inovasi Galeri Ekonomi Kreatif Siswa (GEmeS).
Kepala Cabdin Jatim Wilayah Sampang, Mas'udi Hadiwijaya mengatakan, pihaknya akan menjalankan inovasi GEmeS bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang.
"Diskopindag Sampang memberikan satu kios ke kami yang akan dibuat geleri untuk tempat pemasaran hasil karya ekonomi kreatif beberapa siswa binaan kami, baik dari SMA, SMK, dan SLB di Sampang," jelasnya, Senin (29/7/2024).
Mas'udi menjelaskan, galeri itu adalah sebuah wadah mengenalkan kepada masyarakat bahwa Sekolah SMA, SMK, dan SLB memiliki sebuah produk berupa barang atau jasa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Sampang.
Khususnya siswa-siswa pasca sekolah agar mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Mungkin dengan ditopang nantinya bisa berjalan dengan baik. Nanti kalau sudah berjalan dengan baik, maka siswa-siswa itu memiliki penghasilan tambahan untuk bisa melanjutkan jenjang pendidikannya ke yang lebih tinggi," jelasnya.
"Mudah-mudahan nanti ada kolaborasi yang bagus antara Cabdin Jatim Wilayah Sampang dengan Pemkab Sampang melalui Diskopindag, sehingga terus berjalan, dan ini akan mengarah kepada Pemasaran lebih global, tidak hanya cukup di Sampang saja," tambahnya.
Menurutnya, pendidikan adalah angka partisipasi siswa itu masalah kerja. Sehingga pihaknya harus bergerak mencari cara untuk bisa melompat dan keluar dari IPM yang terendah.
Mas'udi mengaku, akan terus berikhtiar sebagai pemegang kendali SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Sampang. Pihaknya memiliki tanggung jawab bagaimana anak-anak sekolah itu memiliki keterampilan lain dari pendidikan akademik yang didapat.
"Hal itu untuk bagaimana mengembangkan perekonomian-perekonomian pada dirinya sendiri maupun keluarganya," tuturnya.
Dijelaskan, inovasi hasil kerjasama dengan Diskopindag itu masih berjalan satu bulan. Saat ini pihaknya masih menyiapkan teknis-teknis ke depan agar Galeri itu bisa berjalan dengan baik, dan berjalan sesuai dengan rencana.
"Untuk satu bulan ini sementara masih ada 40 persen yang sudah mengisi kios tersebut dari total sekolah di Sampang. Dan nanti terus kita bangun untuk produk-produk apa yang layak kita pasarkan," pungkasnya. (Mukim)
Next News

Dewan Pers Terima 878 Pengaduan, Naik Dua Kali Lipat Dibanding 2024
5 months ago

11 Ribu Sapi di Jatim Terinfeksi PMK
a year ago

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim 10-16 Januari, Termasuk Madura
a year ago

KPU Jatim Umumkan Pemenang Pilkada 22 Daerah Tanpa Sengketa PHPU
a year ago

Khofifah-Emil Siap Hadapi Gugatan Risma-Gus Hans di MK
a year ago

Aliansi Mahasiswa Jatim Tolak Kenaikan PPN 12 Persen
a year ago

Kasus Kekerasan di Lembaga Pendidikan Terbanyak di Jatim
a year ago

413 Narapidana di Jatim Dapat Remisi Natal, Negara Hemat Rp 244 Juta
a year ago

Gunung Raung Erupsi, Ketinggian Abu Sekitar 2.000 Meter
a year ago

Kasus Dana Hibah Jatim, KPK Kembali Panggil Mantan Menteri Desa
a year ago





