Disperta KP Sebut Petani Milenial di Sampang Lebih Memilih Tanam Melon Dibanding Padi
Ach. Mukrim - Sunday, 07 December 2025 | 06:56 PM


salsabilafm.com – Sektor pertanian di Kabupaten Sampang kini mengalami transformasi signifikan. Generasi muda petani setempat tidak hanya melanjutkan tradisi bertani, melainkan mengintegrasikan teknologi digital dan strategi pemasaran modern serta mengubah lahan konvensional menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Suyono, mengaku antusias terhadap perkembangan ini. Menurutnya, era pertanian saat ini jauh lebih sederhana dan efisien berkat penguasaan teknologi oleh para petani milenial.
"Generasi muda kami dapat dengan mudah menguasai pengolahan dengan alat mesin pertanian, ditambah dukungan kemampuan menguasai teknologi digital seperti otomatisasi penyiraman hingga pemasaran hasil tani secara online," ungkap Suyono, Minggu (6/12/2025).
Dia menjelaskan, saat ini, jumlah petani milenial di Sampang, yang didefinisikan berusia antara 19 hingga 39 tahun, mencapai 233 orang yang tersebar di berbagai kecamatan. Kelompok ini menunjukkan kecenderungan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka cenderung menghindari tanaman pokok seperti padi atau jagung, dan lebih memilih membudidayakan komoditas dengan nilai jual tinggi.
"Petani muda di sini lebih memilih yang punya nilai jual tinggi seperti melon, sayur hidroponik, sampai terjun di pengelolaan alat mesin pertanian," jelasnya.
Suyono mengungkapkan, salah satu contoh nyata keberhasilan inovasi ini terlihat di daerah Sokobanah. Di lokasi ini, petani milenial berhasil membudidayakan melon berkualitas yang sebelumnya belum pernah ditanam di Sampang.
Lebih dari sekadar panen, lokasi budidaya ini juga dikembangkan menjadi objek wisata petik melon. Model bisnis ganda ini terbukti lebih menguntungkan, menarik pengunjung sekaligus memasarkan hasil tani secara langsung.
Kemampuan petani milenial dalam mempelajari teknik pengelolaan tanaman yang didukung teknologi, serta kemampuan membuka pasar lebih luas melalui platform digital, adalah kelebihan utama yang tidak dimiliki oleh generasi petani sebelumnya.
"Inovasi ini tidak hanya menjamin ketahanan pangan lokal di masa depan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di pedesaan Sampang," pungkas Suyono. (Mukrim)
Next News

Mengapa Mudik Jadi Fenomena Paling Kolosal di Indonesia?
3 days ago

Mengenal Sisi Manusiawi Orang Tua Saat Kita Mulai Beranjak Dewasa
3 days ago

Cara Mudah Mulai Investasi Kesehatan Sebelum Terlambat
3 days ago

Menghadapi Digital Dependency: Apakah HP Mengontrol Hidupmu?
3 days ago

Strategi Biar Uang Nggak Cuma Numpang Lewat di Rekening
3 days ago

Alasan Magis Mengapa Profesi Penyiar Radio Masih Bertahan
3 days ago

5 Cara Jaga Imun Agar Tidak Sakit Saat Jadwal Padat
3 days ago

Kenapa Kita Sering Gagal Melupakan Mantan Meski Sudah Berusaha?
3 days ago

Dilema Nanggung: Saat Deadline Beradu dengan Panggilan Adzan
3 days ago

Cara Mengatur Waktu Agar Tidak Selalu Dikejar Deadline
3 days ago





