200 Hektar Tembakau di Sampang Terdampak Hujan

200 Hektar Tembakau di Sampang Terdampak Hujan
Plt Kepala Disperta KP Kabupaten Sampang, Suyono saat memberikan penjelasan di radio Salsabila,
Selasa (14/9/2021) malam.

Dalam beberapa hari terakhir hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang. Dampaknya, sebanyak 200 hektar lahan tembakau petani di Sampang rusak tergenang air.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Suyono mengatakan, faktor alam seperi hujan adalah hal yang tidak dapat pihaknya prediksi, meski ramalan cuaca seharusnya kemarau ternyata turun hujan.

Menurutnya, hal yang dialami petani tembakau di wilayah Sampang saat ini adalah tembakau yang dipasat dengan sinar matahari yang kurang, memang kualitasnya turun. Artinya, kalaupun dijual laku tapi tidak semahal kalau terik mataharinya sepanjang hari.

Pihaknya mengaku sudah memfasilitasi petani tembakau mulai dari bantuan benih, cara pengolahan tanah, dan perajang, dengan harapan proses panen, pasca panen sampai kemudian pemasaran, kualitas tembakau yang dihasilkan lebih bagus.

“Namun alam berbicara lain, turunlah hujan, tentunya kualitas akan terpengaruh sehingga harga juga mengikuti. Jadi kita sudah berusaha untuk itu,” ungkap Suyono, Selasa (14/9/2021) malam.

satu yang belum, jadi sebenarnya ketika musim hujan itu ada alat untuk oven, memang harganya mahal dan kita belum pernah melakukan pengadaan

Sebenarnya, lanjut Suyono, ada satu hal yang belum pihaknya lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yakni melakukan pengadaan mesin oven pengering tembakau yang dapat difungsikan ketika musim hujan.

“Memang harganya mahal dan kita belum pernah melakukan pengadaan. Tapi ini akan kita pertimbangkan, jadi jika ada permasalahan seperti ini, oven ini bisa dipakai, sama seperti padi yang ada pengering sistem vertikal,” jelasnya.

Suyono menambahkan, hujan yang turun beberapa hari terakhir sangat berdampak terhadap harga tembakau, warna dan baunya pun juga berbeda dari kualitas terbaiknya.

“Hanya tinggal 200 hektar yang belum panen dari 4.600 hektar lahan tembakau di wilayah Sampang. Jadi hanya itu yang terdampak, sisanya sudah selasai panen,” pungkasnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.