Toko Modern Menjamur, Pedagang Lokal Menjerit Omset Penjualan Turun

Toko Modern Menjamur, Pedadang Lokal Menjerit Omset Penjualan Turun
Pilihan, Warga berbelanja kebutuhan di toko modern.
Foto : Mukrim

Toko modern kian menjamur di Kabupaten Sampang Madura. Hal ini berimbas terhadap penurunan omset penjualan pedagang lokal dan pasar tradisional setempat.

Selain itu, banyak pedagang di kota Bahari mengaku sulit bersaing untuk mengembangkan usaha mereka seiring bertambahnya toko-toko modern di sekitar mereka.

Koordinator Pasar Rongtengah, Sukandar mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah pengunjung pasar tradisional menurun. Salah satunya, banyak toko modern di dekat pasar tradisional.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berbanding terbalik ketika toko modern belum banyak berdiri di daerah perkotaan. Dulunya, pedagang mampu mendapatkan keuntungan lebih.

“Banyaknya toko modern berdampak pada pendapatan pedagang yang berjualan di pasar. Apalagi, sekarang masyarakat jarang ke pasar akibat Covid 19,” keluhnya, Senin(23/11/2020).

Seorang pedagang lokal di desa aeng Sareh juga ikut merasakan dampak dari toko modern yg berdempetan dengan tokonya

“Suka tidak suka kan memang harus berkompetisi mas, kedepannya kami harap ada solusi dari pemerintah mas, minimal ada kebijakan jarak toko modern dan lokal,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Sampang, Sudarmadi belum bisa memberikan tanggapan terkait keluhan pedagang lokal.

Ia hanya menyampaikan, berdasarkan data di DPMPTSP Sampang, ada sebanyak 19 Indomaret yang tersebar di wilayah Sampang. Sementara Alfamart sebanyak 16 unit.

“Tetapi, itu belum termasuk yang sedang mengajukan izin, kalau juga dihitung jumlahnya lebih banyak,” ungkapnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *