Tambak Ikan Jadi Pilihan Petani Garam di Musim Penghujan

Tambak Ikan Jadi Pilihan Petani Garam di Musim Penghujan
Foto: Ilustrasi google

Memasuki musim hujan, lahan garam petani di Kabupaten sampang berubah fungsi menjadi tambak ikan. Hal tersebut dilakukan petani garam sejak pertengahan bulan November 2021.

Petani garam asal Desa Pengarengan Sampang, Moh Hariri (42) mengatakan, setiap tahun di musim hujan, petani garam memang memfungsikan lahannya sebagai tambak ikan.

“Kalau musim hujan seperti saat ini, lahan kami jadikan tambak ikan, biasanya diisi ikan Bandeng atau Mujair,” ungkapnya,” Selasa (7/12/2021) pagi.

Hariri menyampaikan, saat ini lahan tambak garam sudah tidak bisa lagi memproduksi garam seperti biasanya, lantaran sudah mulai terendam air hujan.

Diungkapkan pula, banyak petani garam yang mengalami kerugian di awal musim penghujan, banyak garam siap panen kembali lebur diguyur hujan yang tiba-tiba turun di luar prakiraan cuaca.

Oleh sebab itu, sebelum kerugian semakin banyak, petani mulai menggulung terpal yang biasa digunakan sebagai alas garam untuk disimpan saat musim kemarau kembali datang.

“Selama musim hujan, tidak ada produksi garam karena minimnya sinar matahari. Lahan garam juga selalu basah terguyur hujan dan berubah menjadi genangan, maka kami jadikan tambak ikan,” ucapnya.

Dikeluhkan, Petani garam lebih memilih menimbun hasil panen terakhir digudang. Hal ini dilakukan lantaran harga jual garam anjlok 50 persen dibandingkan harga sebelumnya.

“Garam yang semula dijual 800 rupiah perkilogram, kini turun drastis di harga 400 rupiah per kilogram. Dari pada rugi parah, kami lebih milih digudangkan dan baru kami jual jika harga garam kembali stabil,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.