Petani Sampang Mengeluh Pembelian Pupuk Dibatasi

Petani Sampang Mengeluh Pembelian Pupuk Dibatasi
Telaten, Petani Sampang membajak sawah

Para petani di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur keluhkan jatah pembelian pupuk bersubsidi jenis urea. Mereka mengaku hanya diperbolehkan membeli 1 sak pupuk per orang.

Misnadi (35 th) warga Kecamatan Robatal mengatakan, setiap musim tanam dirinya membutuhkan 10 sak pupuk, yakni 5 sak pupuk urea dan 5 lainnya SP-36.

“Bagaimana petani ini bisa sejahtera, kalau pembelian pupuk saja hanya dijatah 1 sak. Lain lagi kebutuhan pupuk untuk rumput pakan ternak,” keluhnya, kamis (26/11/20).

Ia mengharap, segera ada solusi terkait kelangkaan pupuk, agar petani bisa leluasa bercocok tanam sesuai keinginan petani. Sehingga, swasembada pangan melimpah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Sampang, Suyono mengatakan, kuota pupuk subsidi di provinsi Jawa Timur saat ini memang turun. Jatah pupuk setiap kabupaten termasuk Kabupaten Sampang berkurang.

“Sebenarnya SP-36 itu ada tambahan. Tapi, karena pemakaian yang tinggi dan stok SP-36 yang ada kami kendalikan biar setiap kecamatan walaupun sedikit sampai ke petani,” ujarnya.

Lebih lanjut Suyono menuturkan, pada bulan Juni lalu pihaknya sudah menghitung, bahwa pupuk untuk Sampang kurang dan mengusulkan tambahan pupuk ke Kementerian Pertanian.

“Pada 17 Juni baru direalisasikan. Untuk SP-36 ada tambahan kurang lebih 276 ton, tambahan ini yang kita gunakan masih 1 hari ini,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *