Pondok Pesantren Assirojiyyah Resmikan Asrama Santri Khas Kalimantan Barat

Pondok Pesantren Assirojiyyah Resmikan Asrama Santri Khas Kalimantan Barat
Pengasuh Pondok Pesantren Assirojiyyah, KH. Athoulloh Bushiri saat meresmikan Asrama Santri Khas Kalimantan. (Foto: Fahromi N)

Pondok Pesantren (PP) Assirojiyyah Kajuk Sampang menggelar ceremonial tasyakuran dan peresmian Asrama Santri Khas Kalimantan, Gedung Annawawi, Tugu Assirojiyyah, dan Hotel Grand Almuallim, Selasa (15/3/2022).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pengasuh PP. Assirojiyyah, KH. Athoulloh Bushiri, Sulthan Pontianak ke IX, Sultan Syarif Machmud Melvin Al-Qadrie dan Presiden Persatuan Dayak Muslim Indonesia (PDMI), M. Damanhuri.

Sulthan Pontianak ke IX, Sultan Syarif Machmud Melvin Al-Qadrie merasa sangat bangga karena PP. Assirojiyyah menjadi yang pertama membangun Rumah Radakng di pulau Madura tempatnya di Kabupaten Sampang.

“Selama ini, selain di wilayah Kalimantan Barat, belum ada yang membangun Rumah Betang atau Panjang, ini pertamakali dan sebagai percontohan untuk daerah dan Kabupaten lainnya,” katanya.

Menurutnya, dengan berdirinya rumah khas Kalimantan Barat di Madura merupakan gabungan multi etnis. Hal ini menandakan sinergitas antara suku mulai bersatu dan tidak membedakan dari sisi agama dan etnis.

“Dengan berdirinya rumah adat Kalimantan Barat ini, Pondok Pesantren Assirojiyyah menjadi percontohan bagaimana harus menjaga hubungan baik antar etnis,” ungkapnya.

Foto bersama peresmian Rumah Radakng di PP. Assirojiyyah Sampang

Presiden Persatuan Dayak Muslim Indonesia (PDMI), M. Damanhuri menerangkan bahwa Rumah Betang merupakan rumah adat suku dayak yang dibangun sejak sekitar tahun 1800 M, sebagai tempat berkumpul bertukar pikiran dan lainnya.

Saat ini, kata Damanhuri, keberadaan Rumah Radakng sudah hampir punah, hanya di daerah-daerah pedalaman yang murni rumah adat ini dapat ditemukan, seperti di daerah Kapuas Hulu yang masih banyak dilestarikan.

“Maka dengan adanya Rumah Radakng di Kabupaten Sampang, kami sangat bersyukur sekali, tenyata orang Madura melestarikan  budaya yang kami miliki dan peduli untuk membangkitkan apa yang kami miliki,” tuturnya.

KH. Athoulloh Bushiri, Pengasuh PP. Assirojiyyah Sampang

Sementara Pengasuh PP. Assirojiyyah, KH. Athoulloh Bushiri mengucapkan terima kasih kepada semua alumni khususnya Ikatan Alumni Pondok Pesantren Assirojiyyah Pontianak (Ikapas Pon) yang membantu hingga rumah adat ini selesai dibangun.

“Bahkan para alumni yang mengerjakan pembangunan rela meninggalkan anak istri berbulan-bulan. Terimakasih juga kepada Sultan Syarif Machmud Melvin Al-Qadrie dan Bapak Damanhuri yang rela meninggalkan kesibukannya memprioritaskan undangan  kami,” tutupnya.

Untuk diketahui, peresmian Rumah Radang berukuran 12 x 26.5 M dan sejumlah fasilitas pesantren laiinya ini, dihadiri oleh jajaran Pemerintah dan unsur TNI-Polri setempat, serta ratusan alumni PP. Assirojiyyah dari berbagai daerah di Indonesia. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.