Kisah Perjalanan Pemuda Mandangin Menjadi Direktur Rumah Rehab Narkoba

Kisah Perjalanan Pemuda Mandangin Menjadi Direktur Rumah Rehab Narkoba
Lukman Hakim saat memberikan sambutan sebagai Direktur Rumah Rehabilitasi Narkoba Adhyaksa Al- Hidayat.
(Foto: Prokopim Pemkab)

Latar belakang seseorang bukan merupakan faktor utama meraih kesuksesan, melainkan usaha dan kerja keras, serta do’a tulus ikhlas yang membuat mimpi menjadi nyata. Lukman Hakim buktinya, meski hanya lahir di desa kecil di Pulau Mandangin Sampang, kini ia bisa mewujudkan mimpinya setelah dipercaya menjadi Direktur Rumah Rehabilitasi Narkoba Adhyaksa Al- Hidayat.

Lukman Hakim menceritakan, sebelum dipercaya sebagai Direktur Rumah Rehabilitasi Narkoba Adhyaksa Al- Hidayat Sampang, perjalanannya sebagai relawan anti narkoba sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun silam. Tepatnya, pada 2016 ia mengikuti rekrutmen Simpul Pemuda Anti Narkoba di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.

Dalam program Pemuda Desa Anti Narkoba yang digagas oleh mantan Menpora, Imam Nahrawi tersebut, dari ratusan pemuda Sampang yang mendaftar, ia lolos bersama 30 pemuda lainnya yang kemudian didiklat dan secara resmi dinobatkan sebagai pemuda anti narkoba. Kala itu, ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Forum Kader Pemuda Anti Narkoba (FKPAN).

“Jadi kami dikukuhkan 2 kali, yang pertama di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada bulan Juni, dan pada bulan Juli 2016 kami dikukuhkan kembali oleh Wakil Bupati Sampang kala itu, Bapak Fadilah dengan SK Disporabudpar,” terangnya kepada salsabilafm.com, Senin (4/7/2022).

Semenjak itulah, Lukman memiliki motivasi kuat untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Bersama pemuda relawan lainnya, ia konsen memberikan penyuluhan dan edukasi anti narkoba baik secara formal maupun informal ke banyak pesantren, sekolah, dan musholla pada sepanjang tahun 2016-2019.

“Kami juga memberikan pendampingan rehabilitasi pada para pecandu narkoba. Kami pernah melakukan investigasi, pendampingan, dan pembinaan kepada santri salah satu pesantren di Sampang yang ditengarangi kecanduan narkoba, alhamdulillah mereka sudah berhenti semua,” ucapnya.

Tidak hanya itu, sebagai Sekretaris FKPAN, pada 2018, Lukman juga pernah mengusulkan kepada Disporabudpar Sampang untuk mendirikan klinik kesehatan anti narkoba berupa klinik yang melayani konsultasi bagi korban narkoba. Namun sayangnya, gagasannya tersebut tidak dapat terealisasikan karena beberapa alasan.

Rumah Rehabilitasi Narkoba Adhyaksa Al- Hidayat Sampang Resmi Dilaunching
Lukman Hakim saat mendampingi Wakil Bupati Sampang, H. Abdulloh Hidayat menggunting pita peresmian.
(Foto: Fahromi Nashihuddin)

Beberapa tahun kemudian, yakni pada tahun 2021 asa atau mimpinya untuk mewujudkan klinik kesehatan anti narkoba kembali hidup walapun dengan wujud yang berbeda, ketika Wakil Bupati Sampang, H. Abdulloh Hidayat memintanya untuk mengelola Rumah Rehabilitasi Anti Narkoba yang ingin didirikan di Kabupaten Sampang.

“Sejak itu, per bulan April 2021, saya mulai menyiapkan dan mendaftarkan lembaga ini kepada Menkumham dan Provinsi untuk mempunyai legalitas. Sebenarnya target kami, per Januari 2022 sudah launching, karena ada kendala kesiapan teknis dan sebagainya, baru bisa dilaunching bersamaan program Kejaksaan Negeri beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Lukman berterimakasih kepada Wakil Bupati yang memberikan amanah kepadanya untuk menjadi Direktur Rumah Rehabilitasi Narkoba Adhyaksa Al- Hidayat. Menurutnya, keberadaan rumah rehab ini sebagai motivasi bersama untuk menyelamatkan semua elemen masyarakat utamanya generasi muda dari peredaran narkoba.

Kedepannya, lanjut Lukman, setelah Rumah Rehab Narkoba Al- Hidayat ini siap untuk menerima pasien, pihaknya akan menyiapkan teknis serta sarana dan prasarana yang sekiranya menjadi kebutuhan, supaya semua pasien yang dirawat merasa nyaman dan pasca rehab tidak lagi berbaur dengan para penyalahguna narkoba.

“Target kita kedepan, bagaimana pada tahun 2045 ini, Sampang telah menjadi Kabupaten Bersinar yaitu bersih dari narkoba,” ungkapnya.

Pemuda kelahiran Pulau Mandangin ini menambahkan, semua orang yang berproses secara ikhlas, impian itu pasti terwujud, hanya saja waktu kapan mimpi itu akan menjadi nyata merupakan rahasia. Buktinya, mimpinya akan Klinik Kesehatan Anti Narkoba kini terwujud menjadi Rumah Rehabilitasi Narkoba Adhyaksa Al- Hidayat. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *