Sampang Juru Kunci Porprov, DPRD Pertanyakan Kinerja KONI dan Disporabudpar

Sampang Juru Kunci Porprov, DPRD Pertanyakan Kinerja KONI dan Disporabudpar
DPRD Sampang saat melakukan rapat evaluasi bersama Pengurus KONI dan Disporabudpar setempat.
(Foto: Fahromi Nashihuddin)

Kabupaten Sampang finish sebagai juru kunci pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun 2022. Atas torehan tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memanggil Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) setempat, Selasa (5/7/2022).

Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Musoddaq Chalili menjelaskan, pemanggilan KONI dan Disporabudpar bertujuan untuk melakukan evaluasi atas torehan buruk Kabupaten Sampang yang hanya mampu finish sebagai juru kunci pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022.

“Kita sangat kecewa dengan prestasi yang kita dapat, dari sebelumnya peringkat 26 menjadi 38 pada Porprov tahun ini, karena kita dari awal berharap ke arah yang lebih baik. Torehan buruk ini harus menjadi evaluasi bersama,” ujarnya kepada awak media.

Lantas ia menyarankan kepada Disporabudpar, apapun sikap dan kebijakan harus searah, jika memang diperlukan melakukan kebijakan tegas terkait capain buruk ini, maka pihaknya mempersilahkan itu, karena KONI merupakan ranah Disporabudpar dan Pemerintah Daerah.

Musoddaq menambahkan, ada 3 dasar yang harus dimiliki Kabupaten Sampang untuk keluar dari keterpurukan ini, yakni kemauan besar, sarana dan prasarana yang mendukung, dan lingkungan yang membangun. Menurutnya, tiga hal tersebut harus benar-benar di tingkatkan.

“Jangan menjadikan anggaran sebagai alasan utama, karena anggaran itu pendukung dan yang paling utama adalah kemauan, kemauan KONI dalam mengola, berjuang menggapai target. Sarana prasarana juga mendukung, dan lingkungan harus membudayakan olahraga agar lahir regenerasi atlet yang mempuni,” tutupnya.

Ketua KONI Sampang, H. Abd. Wasik saat dimintai penjelasan oleh insan pers. (Foto: Fahromi Nashihuddin)

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Sampang, H. Abd. Wasik memohon maaf kepada semua masyarakat karena capaian target pada Porprov ke VII di Jember tidak sesuai harapan bersama. Akan tetapi, pencapaian tersebut sudah sesuai kemampuan atlet di masing-masing cabang olahraga.

“Masalah peringkat, sebetulnya kita tidak kecewa dengan torehan medali, karena kita memberangkatkan 14 cabor dan kita mendapatkan 15 medali. Hanya saja, karena adanya pergeseran medali yang awalnya emas menjadi perunggu dan yang ditargetkan medali malah tidak dapat medali, itulah pertandingan,” jelasnya.

Ia menyatakan, kedepannya KONI akan tetap semangat dan berusaha semaksimal mungkin. Akan tetapi, ia meminta sarana dan prasarana juga harus terpenuhi termasuk anggaran. Karena menurutnya, anggaran Sampang paling terbuncit, bukan di Madura tetapi seluruh Provinsi Jawa Timur.

“Kita menganggarkan 7 miliar dengan jargon 20 besar kita akan capai, tetapi nyatanya anggaran jauh dari harapan, sehingga capaian-capaian sedikit ada hambatan karena metode-metode yang kita rencanakan itu tidak bisa terlaksana sebab keterbatasan anggaran,” ucapnya.

Namun ia menegaskan, bukan berarti KONI menyalahkan anggaran karena anggaran yang telah diberikan sudah dimaksimalkan. Tetapi, kedepannya harus terpenuhi jika mau mencapai 20 besar, karena ada beberapa metode dan tahapan yang perlu dilaksanakan seperti Puslatkab, penitipan atlet, dan mendatangkan pelatih profesional.

“Dalam Porprov ini, anggaran kita hanya mampu menyewa konsultan dari UNESA yakni tim 10. Dalam waktu dekat kami akan melakukan evaluasi di internal KONI untuk menentukan langkah apa yang akan kami ambil dan lakukan kedepannya,” tutupnya.

Perlu diketahui, Kabupaten Sampang dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun 2022 menempati posisi ke 38 dengan perincian perolehan medali antara lain, 3 emas, 4 perak, dan 8 perunggu. Total sebanyak 15 medali yang berhasil diperoleh dengan nilai keseluruhan 28 point. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.