Minim Anggaran, Pengembangan Fisik Taman Kota Bergantung Dana CSR

Minim Anggaran, Pengembangan Fisik Taman Kota Bergantung Dana CSR
Aktivitas masyarakat di Taman Kota Sampang, Senin (26/4/2021).

Pengembangan fisik taman di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa timur, mengandalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Sementara anggaran pemeliharaan yang disiapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sangatlah terbatas.

Kepala DLH Sampang Faisol Ansori menyampaikan, sejak tahun 2019 tidak banyak pengembangan fisik taman, pihaknya menyadari hal itu akan berdampak pada anggaran pemeliharaan. Apalagi, tahun ini anggaran pemeliharaan terdampak refocusing.

“Pada tahun 2020, kami tidak ada pengembangan fisik sama sekali akibat dampak pandemi Covid- 19 yg sangat terasa,” ujarnya, Senin (26/4/2021).

Meski tidak melakukan pengembangan taman, pihaknya punya kewajiban pemeliharaan. Menurutnya, sejak Pandemi Covid-19, DLH tidak bisa maksimal melakukan perawatan.

“Misalnya, jika terdapat tiga lampu hias yang rusak, yang bisa diperbaiki hanya dua unit. Jangankan masyarakat, Bapak Bupati sempat menegur kami, kami tetap upayakan memperbaiki semampu anggaran,” ungkapnya.

Tahun ini pihaknya melakukan pengembangan fisik Taman Wijaya Kusuma. Sejumlah fasilitas seperti air mancur, pagar, dan fasilitas lainnya dibangun. Anggaran pembangunan bersumber dari dana CSR dari Medco Energi.

“Pengembangan fisik memang kami andalkan dari CSR, kalau APBD untuk pemeliharaan saja,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *