Lebaran Ketupat, Penjual Janur Kelapa di Sampang Raup Berkah

Lebaran Ketupat, Penjual Janur Kelapa di Sampang Raup Berkah
Penjual janur kelapa di pasar Srimangunan diserbu pembeli

Hari Raya Ketupat membawa berkah bagi para penjual janur kelapa di sejumlah pasar tradisional Sampang. Bahan utama untuk membuat ketupat ini laris manis diborong pembeli.

Sudah menjadi tradisi masyarakat Madura merayakan Kupatan sepekan setelah hari raya Idul Fitri. Umumnya, mayoritas masyarakat seragam membuat ketupat untuk disantap dan berbagi.

Memanfaatkan momen ini, banyak penjual janur bermunculan di sejumlah pasar tradisional Sampang. Selongsong ketupat juga turut mereka sediakan untuk meraup pundi-pundi rupiah.

Aminah (35), salah satu penjual janur di pasar Srimangunan Sampang mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan janur menjelang lebaran ketupat, ia bahkan membeli janur dari luar daerah.

“Saya membeli janur dari beberapa kecamatan bahkan sampai dari luar daerah, tapi gak berani banyak, kawatir tidak laku dan layu. Soalnya masih pandemi, tidak semua warga butuh janur,” katanya, Rabu (19/5/2021).

Untuk satu ikat berisi 50 helai janur dibandrol dengan harga sebesar 20 ribu rupiah. “Alhamdulillah kalau momen lebaran seperti ini ramai, satu ikatnya kami jual 20 ribu,” ujarnya.

Sembari menunggu pembeli, dirinya juga membuat selongsong ketupat ditempat untuk dijual. “Untuk harga seikat selongsong ketupat, berisi 10 selongsong, seharga Rp 7.000,” ucapnya.

Indah (26), seorang ibu rumah tangga mengatakan, membuat ketupat memang sudah menjadi tradisi setiap perayaan kupatan. Untuk itu, ia membeli janur di pasar Srimangunan Sampang.

“Sudah biasa mas, setiap menjelang lebaran ketupat memang ke pasar beli janur, tapi untuk yang tidak bisa buat atau gak mau repot, biasanya cuma beli selongsong ketupatnya,” ungkapnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *