Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang Sarankan Pemerintah Optimalisasi Serapan Tembakau Madura

Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang Sarankan Pemerintah Optimalisasi Serapan Tembakau Madura
Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang KH Moh Itqan Bushiri ketika memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Cukai Tembakau di PP. Assirojiyyah Sampang, Kamis (23/9/2021).

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang KH. Moh. Itqan Bushiri menyarankan Pemerintah hadir memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan petani tembakau.

Saran tersebut disampaikan oleh KH. Moh Itqan Bushiri seusai mengikuti acara Sosialisasi Cukai Tembakau di Pondok Pesantren (PP) Assirojiyyah Kajuk Sampang, Kamis (23/9/2021) kemarin.

Kh. Moh Itqan Bushiri merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan yang digagas Bea Cukai Madura bersama Pemerintah Daerah karena sangat bermanfaat dan baik untuk dunia pendidikan terutama santri.

“Kita harus taat kepada Pemerintah bukan hanya taat pada perintahnya saja, tetapi bagaimana pemerintah merancang suatu undang-undang termasuk bea cukai tembakau, untuk diperhatikan generasi muda bahwa di dalam Islam kita dituntut taat kepada Pemerintah,” tuturnya.

Kemudian ia berharap Pemerintah bisa hadir memenuhi kebutuhan masyarakat, karena menurutnya semua petani tembakau bercita-cita menghasilkan tembakau terbaik, hanya saja masih banyak tembakau jawa memasuki pulau Madura.

“Kenyataannya di lapangan, tembakau di Madura ini banyak dimasuki tembakau dari luar madura, padahal tembakau Madura ini memiliki kualitas baik, bahkan dicatat dalam sejarah salah satu rokok ternama di Indonesia, tembakaunya itu dari Madura,” ucapnya.

Ia sangat menyayangkan, turunnya harga tembakau Madura, salah satu indikatornya adalah akibat masuknya tembakau jawa ke tanah Sakera. Ditambah lagi akhir-akhir ini banyak petani tembakau di Sampang mengalami kerugian.

“Harapannya, Pemerintah harus hadir di sini, karena petani tembakau itu berkeinginan menghasilkan yang terbaik, tapi kenyataan di lapangan menjadi rusak karena ada tembakau dari luar,” keluhnya.

Kia Itqan meminta Pemerintah jangan hanya cukainya saja yang digiatkan. Kemudian, kehadiran pemerintah juga diharapkan pada perusahaan-perusahaan tembakau yang berskala lokal dengan adanya cukai tembakau yang klasifikasinya terendah.

“Karena memang mereka manfaatkan tembakau yang gagal dibeli perusahaan besar. Silahkan dimanfaatkan tapi perusahaan kecil juga harus mendapatkan binaan, seperti pembentukan asosiasi dan mendapatkan cukai yang lebih murah untuk dinikmati masyarakat,” pungkasnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.