Dampak PPKM, Target PAD Pasar Tradisional Sampang Jauh Dari Harapan

Dampak PPKM, Target PAD Pasar Tradisional Sampang Jauh Dari Harapan
Sepi, jumlah pengunjung pasar Srimangunan Sampang turun selama PPKM diberlakukan

Hingga bulan Juli 2021, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sektor retribusi pasar tradisional masih rendah.Tercatat, masih 39 persen atau sebesar Rp 2,5 miliar. Padahal, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang ditarget Rp 6,4 miliar.

Kabid Pengelolaan Pasar Diskopindag Sampang M. Rosul menyampaikan, setiap bulan pihaknya menghitung capaian PAD retribusi pasar untuk mengetahui realisasi PAD disektor tersebut.

“Kami mengkaji kendala yang dialami setiap pasar. Kemudian, dilakukan evaluasi, seharusnya, semester pertama capaian PAD sudah 50 persen. Makanya, kita evaluasi setiap bulan,” tuturnya, Senin,(6/9/2021).

Berdasarkan data Diskoperindag, dari 25 pasar tradisional di Sampang, terdapat tiga pasar dengan capaian PAD terendah. Meliputi, pasar Hewan Omben, Pasar Karang Penang dan Pasar Sentol Kedungdung.

Namun meski demikian, Rosul berjanji akan mengejar target PAD pasar, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mende kati angka 100 persen.

“Kendala yang ditemukan saat penarikan retribusi pasar diantaranya, pedagang yang berjualan semakin sedikit saat PPKM, berdampak pada retribusi pasar karena pendapatan merosot,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembayaran retribusi bersifat wajib bagi pedagang, karena itu pihaknya tetap menagih retribusi kepada pedagang sesuai dengan tarif yang sudah ditentukan dalam regulasi.

“Kami akan tetap menagih, namun kita tidak memaksa karena ekonomi masyarakat juga sulit di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini,” tutupnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *