Unik ! Tradisi Tanam Pohon Pisang Saat Resepsi Pernikahan di Sampang Madura
SalsabilaNews - Monday, 24 May 2021 | 09:01 AM



Masyarakat Madura menjadikan bulan Syawal sebagai bulan nikah, banyak resepsi pernikahan digelar pada salah satu bulan dalam kalender hijriyah ini. Beragam pula gelaran resepsi pernikahan sesuai adat istiadat masing-masing daerah.
Ketika menghadiri salah satu resepsi pernikahan, Minggu (23/5/2021) malam, jurnalis salsabilafm.com mendapati tradisi unik pernikahan di Dusun Morbatoh, Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
Menjelang hari H resepsi pernikahan, pihak mempelai pria diharuskan menanam pohon pisang di halaman rumahnya. Uniknya, pohon pisang tersebut ditanam rapi seolah tumbuh alami dengan buah yang lebat.
Bagi masyarakat setempat, hal ini bukanlah temuan baru dan sedap untuk diperbincangkan. Namun, bagi yang berasal dari luar daerah Morbatoh, tradisi ini unik dan baru mereka temukan di wilayah Sampang utara.
"Pas sampai dan duduk, saya kaget heran, loh ! kok ada pohon pisang di halaman rumah, ini asli apa gimana? soalnya baru pertama kali menemukan tradisi seperti ini," ungkap Dayat (26), tamu undangan asal Bangkalan.

Muzammil (27) mempelai pria pada gelaran nikah ini mengungkap bahwa tradisi tanam pohon pisang sudah ada sejak zaman leluhur. Ia tidak bisa memastikan kapan tradisi ini mulai membudaya di daerahnya.
"Memang sudah ada sejak zaman leluhur, tapi biasanya pohon pisang ini ditanam jika tuan rumah menerima "Bubuwan" atau kado pernikahan berupa sejumlah uang," jelasnya.
Menurutnya, masyarakat percaya jika menanam pohon pisang ini dapat menambah berkah pernikahan dan diyakini dapat menarik banyak rejeki selebat buah pisang di pohonnya.
"Buahnya tidak boleh dipetik jika resepsi pernikahan belum selesai, khawatir rejekinya berkurang. Biasanya, pohon ini ditanam sesuai hari baik (Dinah dalam bahasa Madura)," ucapnya.
Maftuh (40), tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa dibalik tradisi ini terbesit doa semoga pernikahan terjalin kuat hingga kedua mempelai melahirkan putra- putri sholeh dan sholehah.
"Seperti halnya pohon pisang yang belum mau mati sebelum berbuah untuk memberikan manfaat semasa hidupnya. Intinya, tradisi ini merupakan doa baik," ungkapnya.

Selain tradisi tanam pohon pisang, tradisi "Terater Mantan" juga dilakukan di Desa Morbatoh. Yakni, pihak mempelai pria memberikan berbagai perabotan rumah tangga seperti lemari, kasur, ranjang dan lain sebagainya terhadap besan manten. (Romi)
Next News

Cara Membuat KTP Elektronik (e-KTP) Pertama Kali: Syarat, Prosedur, dan Biaya
3 days ago

Apa Fungsi KTP Elektronik (e-KTP)? Ini Pengertian, Manfaat, dan Kegunaannya
3 days ago

Cara Menanam Tembakau yang Baik untuk Pemula, Mulai dari Pembibitan hingga Panen
6 days ago

Tips Berkendara Aman Saat Hujan.
5 days ago

Apa itu kecelakaan lalu lintas? Penyebab dan jenis-jenisnya.
5 days ago

Cara membangun komunikasi antara orang tua dan anak
5 days ago

Tips Keamanan Anak di Media Sosial: Panduan bagi Orang Tua untuk Mencegah Risiko Kejahatan Digital
5 days ago

Dampak Psikologis Kekerasan Seksual pada Anak: Trauma yang Perlu Dipahami
5 days ago

Peran Keluarga dalam Melindungi Anak dari Kekerasan Seksual
7 days ago

Perbedaan Rudapaksa, Persetubuhan, dan Pencabulan Menurut Hukum Indonesia
7 days ago





