Sabtu, 4 April 2026
Salsabila FM
Life Style

Tips hemat listrik di rumah

Redaksi - Saturday, 04 April 2026 | 04:20 PM

Background
Tips hemat listrik di rumah
Tips hemat listrik di rumah ( Istimewa/)

Seni Menjinakkan Tagihan Listrik Agar Dompet Nggak Cepat Tipis

Pernah nggak sih, lagi enak-enak rebahan sambil scroll TikTok di sore hari yang gerah, tiba-tiba telinga kamu menangkap suara ritmis nan horor? Suara itu bukan dari hantu penunggu rumah, melainkan bunyi "tit-tit-tit-tit" dari meteran listrik yang lagi sekarat. Rasanya seperti ditarik paksa dari alam mimpi ke realita pahit bahwa saldo token sudah di ujung tanduk. Di momen itu, biasanya kita bakal mengutuk diri sendiri sambil bertanya-tanya, "Perasaan jarang nyalain lampu, kok pulsa listrik habisnya secepat harapan yang pupus?"

Fenomena tagihan listrik yang membengkak atau token yang cepat habis ini sebenarnya adalah masalah klasik kaum urban maupun warga lokal pada umumnya. Apalagi kalau kita bicara soal gaya hidup anak muda zaman sekarang yang apa-apa butuh listrik. Cas HP, cas laptop, pakai air fryer biar berasa sehat, sampai pasang AC di suhu 16 derajat karena merasa Indonesia lagi simulasi di atas kompor. Tanpa sadar, kebiasaan-kebiasaan kecil ini adalah "vampir energi" yang pelan-pelan menghisap saldo tabungan kita.

Nah, biar kamu nggak terus-terusan "boncos" cuma buat bayar PLN, ada beberapa trik atau tips hemat listrik yang nggak cuma sekadar teori, tapi benar-benar bisa diaplikasikan tanpa bikin hidup jadi menderita. Mari kita bahas satu per satu dengan santai.

1. Berdamai dengan Suhu AC: Jangan Ngadi-ngadi Pakai 16 Derajat

Sering banget kita merasa kalau baru masuk kamar, suhu AC harus langsung dipatok di angka 16 derajat Celsius biar cepat dingin. Padahal, ini adalah salah satu mitos terbesar dalam sejarah perlistrikan rumah tangga. Mesin AC bakal bekerja ekstra keras (dan makan daya gila-gilaan) buat mencapai angka itu, padahal suhu rata-rata kamar di Indonesia paling mentok cuma sampai 22-23 derajat kalau lagi dingin-dinginnya.

Cobalah untuk menyetel AC di angka 24 atau 25 derajat Celsius. Angka ini adalah sweet spot di mana ruangan tetap terasa sejuk, tapi mesin kompresor nggak perlu kerja lembur bagai kuda. Kalau merasa kurang dingin, coba deh nyalain kipas angin kecil buat membantu sirkulasi udara. Percayalah, selisih tagihannya lumayan banget buat beli kopi literan di akhir bulan.



2. Cabut Kabel "Vampir" yang Nggak Perlu

Hayo, siapa yang kalau sudah selesai cas HP, kepalanya (adapter) tetap dibiarkan nempel di colokan? Atau kabel charger laptop yang dibiarkan menjuntai padahal laptopnya sudah dibawa pergi? Nah, inilah yang disebut energi hantu atau vampire power. Meskipun nggak ada perangkat yang terhubung, aliran listrik tetap berjalan sedikit demi sedikit karena adanya transformator di dalam adapter tersebut.

Memang kelihatannya sepele, mungkin cuma beberapa watt. Tapi coba kalikan dengan jumlah colokan di rumah dan durasi 24 jam selama sebulan. Hasilnya? Lumayan buat bikin angka di meteran berkurang tanpa izin. Jadi, mulai sekarang, biasakan buat "putus hubungan" dengan stopkontak kalau memang sudah nggak dipakai. Capek dikit nggak apa-apa, yang penting dompet tetap aman.

3. Investasi di Lampu LED: Mahal di Awal, Manis di Akhir

Kalau kamu masih pakai lampu bohlam kuning atau lampu TL lama yang bentuknya kayak kerupuk itu, mending segera tobat. Lampu LED sekarang sudah makin terjangkau dan jauh lebih hemat energi. Sebagai gambaran, lampu LED 7 watt bisa punya tingkat kecerahan yang sama dengan bohlam biasa 40 watt. Bayangkan penghematannya.

Memang sih, harga beli lampu LED awalnya terasa lebih mahal di kantong. Tapi ini adalah jenis investasi yang nyata. Selain hemat daya, lampu LED juga jauh lebih awet dan nggak gampang putus. Jadi kamu nggak perlu sering-sering naik tangga buat ganti lampu. Oh iya, jangan lupa juga buat mematikan lampu di ruangan yang memang nggak ditinggali. Kalau lagi di ruang tamu, lampu kamar matiin aja. Kecuali kalau kamu takut hantu, tapi ya masa lebih takut hantu daripada takut tagihan PLN?

4. Urusan Cuci-Mencuci: Jangan Sering tapi Dikit

Ini biasanya penyakit orang yang tinggal sendiri atau anak kosan yang punya mesin cuci. Karena merasa baju kotornya cuma dua atau tiga potong, eh langsung aja dimasukin ke mesin cuci. Padahal, mesin cuci itu makan daya paling besar saat proses memutar motor dan memanaskan air (kalau ada fiturnya).



Tipsnya simpel: kumpulkan baju kotor sampai mencapai kapasitas maksimal mesin cuci (tapi jangan kepenuhan juga ya, biar nggak rusak). Mencuci sekali dalam jumlah banyak jauh lebih hemat listrik dibandingkan mencuci tiga kali dalam jumlah sedikit. Hal yang sama berlaku buat setrika. Setrika adalah salah satu alat rumah tangga dengan watt paling besar karena mengubah listrik jadi panas. Jadi, mending nyetrika sekaligus banyak daripada tiap mau pergi baru nyetrika satu baju. Selain hemat listrik, ini juga melatih kesabaran kamu.

5. Perlakuan Khusus buat Kulkas

Kulkas itu salah satu alat elektronik yang hidup 24 jam non-stop. Makanya, perlakuannya harus spesial. Jangan pernah masukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas. Kenapa? Karena sensor suhu di dalam kulkas bakal mendeteksi kenaikan panas, dan mesin pendingin bakal dipaksa kerja keras buat menormalkan suhunya kembali.

Selain itu, jangan hobi bengong di depan kulkas yang terbuka lebar cuma buat nyari inspirasi mau makan apa. Udara dingin yang keluar bakal diganti udara hangat dari luar, dan mesin kulkas harus kerja lagi buat mendinginkannya. Pastikan juga karet pintu kulkas masih rapat. Kalau sudah longgar, segera perbaiki atau ganti, karena itu ibarat kamu menyalakan AC tapi jendelanya terbuka lebar.

6. Manfaatkan Cahaya Alami dan Ventilasi

Kadang kita terlalu bergantung pada teknologi sampai lupa kalau alam sudah menyediakan solusinya secara gratis. Kalau siang hari, buka gorden lebar-lebar biar cahaya matahari masuk. Selain bikin rumah jadi nggak lembap, kamu nggak perlu nyalain lampu di siang bolong. Kalau sirkulasi udara di rumah kamu bagus, buka jendela biar angin masuk. Mematikan AC selama beberapa jam di pagi atau sore hari itu lumayan banget dampaknya buat penghematan.

Kesimpulan: Hemat Listrik Adalah Gaya Hidup

Menghemat listrik itu sebenarnya bukan soal jadi orang pelit yang hidup dalam kegelapan. Ini lebih ke soal kesadaran dan kebiasaan kecil yang konsisten. Di tengah harga kebutuhan pokok yang makin naik, bisa memangkas biaya listrik sekitar 20-30 persen itu adalah sebuah kemenangan kecil yang patut dirayakan (dengan jajan seblak atau kopi, mungkin?).



Jadi, yuk mulai perhatikan lagi benda-benda elektronik di sekitar kita. Jangan biarkan mereka berpesta pora menggunakan uang dari dompet kita tanpa kita sadari. Ingat, setiap watt yang kamu hemat adalah satu langkah menjauh dari bunyi horor "tit-tit-tit-tit" di tengah malam. Mari kita hidup lebih bijak, lebih chill, dan tentunya lebih hemat energi.