Sabtu, 4 April 2026
Salsabila FM
Life Style

Cara membuat konten viral di media sosial

Redaksi - Saturday, 04 April 2026 | 04:25 PM

Background
Cara membuat konten viral di media sosial
Cara membuat konten viral di media sosial ( Istimewa/)

Seni Menjemput Viral: Kenapa Konten Receh Sering Menang Banyak?

Pernah nggak sih lo ngerasa udah dandan maksimal, pake kamera mahal, sampe ngedit video berjam-jam biar kelihatan estetik ala-ala sinematik Wes Anderson, tapi pas di-upload yang nonton cuma dua belas orang? Itu pun udah termasuk nyokap lo dan tiga akun bot yang jualan followers. Sakitnya tuh di sini, bro. Tapi giliran ada orang iseng rekam kucingnya lagi kepeleset pake kamera HP burik, eh, besok paginya langsung masuk FYP, dapet jutaan views, dan di-repost akun-akun gede. Dunia emang kadang nggak adil, atau mungkin kita aja yang belum tahu rahasia di balik dapur algoritma.

Viral itu kayak jodoh; dikejar banget malah lari, didiemin eh kadang dateng sendiri. Tapi, meski nggak ada rumus pasti kayak matematika, ada pola-pola tertentu yang bisa kita pelajari biar nggak cuma jadi penonton di pinggir lapangan. Di zaman yang serba FOMO ini, konten viral bukan lagi soal seberapa canggih kamera lo, tapi seberapa pinter lo nyentuh "titik sensitif" audiens.

Relate adalah Kunci Utama

Kalau kita perhatiin, konten yang meledak itu biasanya yang bikin orang bilang, "Anjir, gue banget!" atau "Ini mah kelakuan temen gue si (isi nama temen lo)." Keinginan manusia buat merasa divalidasi itu gede banget. Makanya, konten-konten soal penderitaan budak korporat, dilema milih menu makan siang, atau susahnya bangun pagi buat olahraga itu selalu punya tempat di hati netizen.

Gak perlu muluk-muluk. Lo nggak harus jadi ahli filsafat buat bikin konten viral. Kadang, kejujuran soal hal-hal receh justru lebih nendang. Kenapa? Karena orang bosen liat hidup yang terlalu sempurna di Instagram. Mereka pengen liat sisi manusiawi yang berantakan, yang relate sama keseharian mereka. Jadi, coba gali lagi deh keresahan kecil lo hari ini. Siapa tahu itu emas yang lagi nunggu buat digali.

Mainin Emosi: Marah, Ketawa, atau Nangis Sekalian

Konten yang datar-datar aja itu musuh besar algoritma. Lo butuh "hook" alias pancingan di tiga detik pertama. Di dunia media sosial, perhatian manusia itu sekarang lebih pendek dari ikan mas koki. Kalau dalam tiga detik lo nggak berhasil bikin orang berhenti scrolling, wassalam.



Salah satu cara paling ampuh adalah dengan memicu emosi. Ada yang namanya rage bait, konten yang sengaja bikin orang kesel biar mereka komen (meskipun ini agak berisiko ya). Tapi yang paling sehat ya bikin orang ketawa atau terharu. Orang Indonesia itu punya sense of humor yang unik, mulai dari jokes bapak-bapak di WhatsApp sampe dark jokes yang bikin kita mikir dua kali sebelum ketawa. Intinya, kalau lo berhasil bikin orang ngerasain sesuatu, peluang mereka buat share konten lo bakal meningkat drastis.

Visual Nggak Perlu Mewah, yang Penting Punya Karakter

Ada mitos kalau mau viral harus punya kamera mirrorless terbaru. Faktanya? Banyak kreator TikTok yang cuma modal HP kentang tapi view-nya jutaan. Kuncinya bukan di jernihnya gambar, tapi di "vibes"-nya. Konten yang terlalu rapi dan terlalu "pabrikan" malah sering dianggap iklan sama netizen, dan biasanya langsung di-skip.

Gaya lo-fi atau mentahan justru lagi naik daun. Ini ngasih kesan kalau lo itu nyata, bukan bot atau perusahaan yang lagi jualan. Jangan takut buat tampil apa adanya. Kadang, pencahayaan dari lampu kamar yang rada remang-remang justru bikin konten lo berasa lebih intim dan jujur. Yang penting audiens bisa denger suara lo dengan jelas dan ngerti pesan yang lo sampein.

Jangan Ketinggalan Kereta, Tapi Jangan Jadi Copycat

Tren itu kayak ombak. Kalau lo pinter surfing, lo bisa naik di atasnya dan meluncur jauh. Tapi kalau telat, lo cuma bakal kerendem air asin doang. Ngikutin tren itu penting banget, apalagi pake lagu yang lagi viral atau ikutan challenge yang lagi hits. Tapi, ada satu jebakan batman: jangan cuma sekadar niru.

Kasih "twist" atau bumbu khas lo sendiri. Misalnya lagi tren dance A, coba lo lakuin sambil masak seblak atau sambil nunggu jemputan ojol. Perpaduan antara sesuatu yang udah dikenal (si tren itu sendiri) dengan sesuatu yang baru (ciri khas lo) adalah resep rahasia buat dapet engagement tinggi. Orang bakal mikir, "Eh, unik nih cara dia bawainnya."



Algoritma Itu Bukan Tuhan, Konsistensi Tetap Raja

Banyak orang menyerah setelah posting tiga video dan nggak ada yang viral. Jujurly, itu namanya kurang gigih. Viral itu seringkali soal probabilitas. Semakin sering lo posting konten berkualitas, semakin gede kesempatan lo buat "kejaring" sama algoritma. Jangan terlalu mikirin angka di awal. Fokus aja buat bangun komunitas kecil yang emang suka sama gaya lo.

Pada akhirnya, viral itu bonus. Tujuan utamanya adalah gimana lo bisa terus berkarya tanpa kehilangan jati diri. Karena percaya deh, jadi viral karena jadi orang lain itu capek banget. Mending jadi diri sendiri, terus suatu saat nanti dunia yang bakal nyari lo. Dan pas momen itu dateng, pastikan lo udah siap dengan konten-konten keren lainnya yang udah lo tabung selama ini.

Jadi, udah siap buat posting apa hari ini? Jangan lupa, yang penting posting dulu, urusan viral atau nggak itu urusan belakangan. Semangat, para pejuang konten!