Senin, 28 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Terkendala Cuaca, Ratusan Kayu Gelondongan di Sumenep Belum Dievakuasi

Redaksi - Monday, 28 September 2026 | 06:57 AM

Background
Terkendala Cuaca, Ratusan Kayu Gelondongan di Sumenep Belum Dievakuasi
Ratusan kayu gelondongan berukuran besar yang terdampar di pesisir Kecamatan Dungkek, Sumenep, (Istimewa/)

salsabilafm.com  - Lebih dari sepekan ratusan kayu gelondongan berukuran raksasa yang terdampar di pesisir tiga desa di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, belum juga dievakuasi. 


Sekretaris Camat (Sekcam) Dungkek, Bambang Edi Hendarto, membenarkan bahwa hingga Senin (28/9/2026), lebih dari 400 batang kayu tersebut masih berada di sepanjang pantai Desa Bicabbi, Romben Guna, dan Dungkek.


Menurut Bambang, proses evakuasi terkendala kondisi cuaca. Gelombang dan angin yang belum stabil dikhawatirkan dapat membahayakan armada serta personel yang dikerahkan untuk mengangkat kayu dari perairan. 




"Kendala pertama cuaca. Kalau dipaksakan, tentu berpotensi membahayakan armada yang melakukan evakuasi," kata Bambang, Senin (28/9/2026). 


Selain faktor cuaca, menurut Bambang, kondisi kayu yang telah kandas di pesisir juga menjadi persoalan. Ratusan kayu berukuran besar itu sulit ditarik kembali ke laut menggunakan peralatan yang tersedia. 




"Kendala lain, karena kayunya sudah kandas. Selama air laut masih rata-rata, tidak tinggi, sulit dilakukan evakuasi dengan menarik kayu ke tengah laut untuk kemudian dinaikkan ke tongkang," ungkapnya.


Proses pemindahan membutuhkan kondisi pasang air laut yang memungkinkan kayu kembali mengapung. Setelah itu, batang kayu dapat ditarik ke lokasi yang memungkinkan untuk diangkat menggunakan tongkang. 


Warga Desa Bicabbi, Madsudi, mengatakan, sebelumnya tim Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sempat mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi kayu dan kemungkinan proses evakuasi.




"Memang sempat ada tim TKBM yang mengecek lokasi untuk evakuasi. Tapi sampai sekarang belum bisa dilakukan," ujar Madsudi.


Dia mengatakan, warga memeroleh informasi bahwa nelayan akan dilibatkan dalam proses evakuasi. Karena sebagian kayu berada di kawasan pesisir yang sulit dijangkau peralatan berat. 




"Infonya, nanti akan melibatkan nelayan dalam proses evakuasi, kalau cuaca sudah mendukung," pungkasnya. (*)