Kamis, 24 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Puluhan Ribu Ton Tembakau Petani Terserap di Pamekasan, Harga Tertinggi Rp72.000 Per Kilogram

Redaksi - Thursday, 24 September 2026 | 08:32 AM

Background
Puluhan Ribu Ton Tembakau Petani Terserap di Pamekasan, Harga Tertinggi Rp72.000 Per Kilogram
Proses penjualan tembakau petani di Gudang Pamekasan. (Istimewa/)

salsabilafm.com  - Sebanyak 36.836 ton tembakau petani sudah terserap di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026). Serapan mulai dilakukan sejak pertengahan bulan Agustus 2026,dan diperkirakan akan berakhir hingga minggu kedua bulan Oktober 2026.


Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mencatat ada 60 gudang yang menyerap tembakau petani. Puluhan gudang tersebut sudah mengajukan persetujuan pembelian tembakau sebelum panen awal dimulai. 


"Per tanggal 21 September 2026, sudah 36.836 ton yang sudah terserap, puncaknya pada pertengahan Oktober," kata Raihan Akbar, Kabid Pembinaan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan, Selasa (22/9/2026).




Menurutnya, masih ada sekitar 15 hingga 20 persen tembakau petani yang belum terserap. Dari hasil koordinasi dengan pihak gudang dan pabrikan, tembakau akan terserap habis pada bulan Oktober. Saat ini, kata dia, masih ada tembakau yang belum dipanen, dan sebagian sudah proses perajangan dan siap dijual.


"Petani juga ada yang menjual di ladang. Mereka menjual daun emas di pohon," katanya.




Raihan mengatakan, dari hasil pemantauan pembelian tembakau, harga di gudang dan pabrikan masih stabil. Bahkan, ada kenaikan, paling tinggi tembakau terbeli Rp72.000 per kilogram. Sementara harga terendah, Rp40.000 per kilogram. Rata-rata harga di atas Rp50.000 per kilogram. 


"Kalau harga terus kami pantau. Ada kenaikan, bagi kualitas paling bagus. Tahun Ini harga tertinggi tembus Rp72.000," ungkapnya.


Dia mengimbau petani tetap menjaga kualitas tembakau, terutama tidak mencampur gula saat proses perajangan. Menurut dia, tembakau dicampur gula adalah cara lama yang merugikan pedagang. Sehingga berdampak pada petani lain untuk penyerapan tahun-tahun berikutnya. 




"Masih ada keluhan tembakau dicampur gula. Saya berharap tidak terjadi lagi demi kebaikan semua petani," pungkasnya. (*)