Kamis, 16 April 2026
Salsabila FM
Life Style

Kenapa Kita Sering Menunda Pekerjaan? Ini Penyebab dan Solusinya

Redaksi - Tuesday, 14 April 2026 | 09:00 AM

Background
Kenapa Kita Sering Menunda Pekerjaan? Ini Penyebab dan Solusinya
Kenapa Kita Sering Menunda Pekerjaan? Ini Penyebab dan Solusinya ( Istimewa/)

Rebahan Dulu, Ngerjainnya Nanti: Kenapa Kita Hobi Banget Menunda Pekerjaan?

Bayangkan skenario klasik ini: Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Di depan mata, layar laptop masih menyala terang, menampilkan dokumen kosong dengan kursor yang berkedip-kedip seolah mengejek kegagalanmu. Padahal, tugas atau laporan itu harus dikumpulkan besok pagi. Bukannya mengetik, tanganmu malah sibuk scrolling TikTok, menonton video orang masak di hutan, atau malah terjebak di lubang kelinci Wikipedia membaca sejarah perang yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan pekerjaanmu.

Kita semua pernah di sana. Fenomena ini namanya prokrastinasi, atau dalam bahasa tongkrongan lebih akrab disebut "nanti-nanti aja". Tapi jujur deh, kenapa sih kita sering banget melakukan sabotase diri kayak gini? Apakah kita memang pemalas dari lahir, atau ada sesuatu yang lebih kompleks di balik keinginan untuk terus-terusan menunda?

Bukan Karena Malas, Tapi Karena "Ribet" di Kepala

Banyak orang mengira menunda pekerjaan itu sinonim dengan malas. Padahal, secara psikologis, keduanya beda jauh. Orang malas itu memang nggak punya niat buat ngerjain apa pun. Sementara prokrastinator? Kita sebenarnya pengen banget ngerjain itu tugas, tapi ada perasaan cemas atau nggak nyaman yang bikin kita akhirnya memilih untuk lari ke hal-hal yang lebih menyenangkan. Jadi, ini bukan masalah manajemen waktu, tapi masalah manajemen emosi.

Penyebab pertama yang paling sering muncul adalah perfectionism alias pengen sempurna. Lucu ya, saking pengennya hasil kerjaan itu bagus banget, kita malah takut buat mulai. Kita takut kalau hasilnya nggak sesuai ekspektasi, kita bakal dicap nggak kompeten. Akhirnya, otak kita memilih untuk "melindungi" diri dengan cara nggak ngerjain sama sekali. "Kalau gue nggak ngerjain sekarang, gue nggak bakal gagal sekarang," begitu kira-kira logika bawah sadar kita yang agak kacau itu.

Penyebab kedua adalah tugas yang kelihatan kayak monster raksasa. Pernah nggak lo dapet proyek yang gede banget sampai lo bingung mau mulai dari mana? Akhirnya, karena saking overwhelmed-nya, lo malah milih buat tidur atau main game. Otak kita itu suka hal-hal yang instan dan jelas. Begitu dikasih tugas abstrak yang butuh waktu lama, radar bahaya kita langsung nyala, dan kita pun kabur ke distraksi yang ngasih dopamin instan.



Mitos "The Power of Kepepet"

Kita juga sering membohongi diri sendiri dengan kalimat sakti: "Gue tuh lebih produktif kalau mepet deadline." Wah, ini sih self-gaslighting tingkat dewa. Memang sih, saat deadline tinggal dua jam lagi, adrenalin kita terpacu dan kita jadi super fokus. Tapi coba deh ingat-ingat, berapa banyak stres yang harus lo bayar buat itu? Hasilnya juga biasanya cuma "yang penting jadi", bukan hasil maksimal yang bisa lo banggain. Mengandalkan the power of kepepet itu ibarat lari maraton sambil dikejar singa; lo emang bakal lari cepet, tapi jantung lo mau copot.

Selain itu, ada fenomena yang namanya "Future Self". Kita sering menganggap diri kita di masa depan itu kayak pahlawan super yang punya energi tanpa batas. "Ah, besok pagi aja ngerjainnya, besok pasti gue lebih semangat." Padahal pas besok pagi tiba, kita tetep aja orang yang sama dengan tingkat kemageran yang serupa. Kita sering banget mengecewakan diri kita di masa depan gara-gara optimisme yang nggak masuk akal ini.

Gimana Caranya Biar Nggak Jadi Budak "Nanti"?

Kalau lo sudah capek terjebak dalam siklus bersalah-menunda-stres-ngetik kilat, ada beberapa cara yang bisa dicoba. Dan tenang, solusinya bukan sekadar "ya udah mulai aja", karena kalau semudah itu, artikel ini nggak bakal ada.

  • Pake Aturan Dua Menit: Kalau ada kerjaan yang bisa diselesaikan dalam dua menit (kayak bales email singkat atau cuci piring), lakuin sekarang juga. Jangan masukin ke daftar tunggu. Ini ngebantu otak lo buat ngerasa produktif tanpa beban berat.
  • Pecah Tugas Jadi "Rempeyek": Jangan liat tugas lo sebagai satu bongkahan besar. Kalau lo mau nulis artikel 1000 kata, targetin dulu aja buat nulis judul dan paragraf pertama. Begitu lo mulai, biasanya momentumnya bakal dapet. Lebih gampang nerusin sesuatu yang sudah jalan daripada mulai dari nol banget.
  • Maafin Diri Sendiri: Ini terdengar klise, tapi penting. Penelitian menunjukkan kalau orang yang memaafkan dirinya karena menunda sebelumnya, justru bakal lebih jarang menunda di tugas berikutnya. Jangan terlalu keras sama diri sendiri. Kalau kemarin lo gagal produktif, ya udah, mulai lagi hari ini dengan lembaran baru.
  • Singkirkan "Gangguan" Secara Paksa: Kita ini manusia biasa yang lemah terhadap notifikasi Instagram. Kalau lagi butuh fokus, taruh HP di ruangan lain, atau pake aplikasi blocker. Ciptakan lingkungan yang bikin lo susah buat selingkuh ke hal lain.
  • Teknik Pomodoro: Coba kerja fokus selama 25 menit, terus istirahat 5 menit. Cara ini bikin otak lo tahu kalau "penderitaan" ini ada batasnya. Istirahat 5 menit itu adalah reward kecil yang bikin lo semangat buat nyelesein sesi berikutnya.

Menutup Keran Penundaan

Pada akhirnya, menunda itu manusiawi banget. Kita semua punya sisi dalam diri yang pengennya cuma rebahan sambil nonton Netflix tanpa mikirin tagihan atau tugas kuliah. Tapi masalahnya, dunia nggak berhenti berputar cuma karena kita lagi mager. Rasa lega setelah menyelesaikan pekerjaan itu jauh lebih nikmat daripada rasa nikmat semu yang lo dapet pas lagi prokrastinasi tapi dibayangi rasa bersalah.

Jadi, buat lo yang lagi baca artikel ini padahal ada tugas yang nunggu: yuk, tutup tab ini, taruh HP-nya, dan mulai kerjain satu hal kecil aja. Nggak perlu sempurna, yang penting jalan dulu. Masa depan lo bakal berterima kasih banget kalau lo mulai sekarang, bukan nanti malam, apalagi besok pagi pas matahari sudah mulai tinggi.



Semangat ya, pejuang deadline! Jangan biarkan kursor yang berkedip itu menang lagi kali ini.