Belum Dievakuasi, Ratusan Kayu Gelondongan Ganggu Aktivitas Nelayan Sumenep
Redaksi - Thursday, 24 September 2026 | 08:35 AM


salsabilafm.com Memasuki hari kelima, Rabu (23/9/2026), 400 lebih kayu gelondongan berukuran besar di pesisir Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, belum dievakuasi. Akibatnya, aktivitas nelayan terganggu dan mengancam pendapatan mereka.
Nelayan yang biasa melaut setiap hari, kini harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk melewati tumpukan kayu sebelum dapat membawa perahu ke laut.
Dilansir dari Kompas, seorang nelayan Sunaryo, Khairul Umam, dan Sihwi harus mengangkat losongan atau perahu kecil yang biasa digunakan untuk menangkap lobster dan rajungan.
Mereka membawa perahu secara manual melewati batang-batang kayu berukuran besar yang memenuhi pesisir. Aktivitas tersebut membuat pekerjaan melaut menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama.
Kondisi serupa dialami Busahwi, Herman, dan Khasyim Asy'ari. Mereka harus mencari celah di antara kayu gelondongan untuk membawa perahu menuju laut.
Gangguan itu berdampak langsung terhadap penghasilan. Nelayan yang tidak dapat melaut kehilangan kesempatan memperoleh lobster dan rajungan. Padahal, hasil tangkapan tersebut menjadi sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
"Harapannya segera dievakuasi agar nelayan bisa beraktivitas kembali," ucap Suryono, Rabu (23/9/2026).
Nelayan yang menggunakan perahu lebih besar pun masih diliputi kekhawatiran. Mereka khawatir kayu gelondongan bergerak terbawa gelombang atau arus dan menghantam perahu saat hendak berangkat maupun kembali dari laut.
Pergerakan kayu sulit diprediksi. Karena itu, sebagian nelayan harus lebih berhati-hati ketika melintas di kawasan tersebut.
Sekretaris Kecamatan Dungkek, Bambang mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi mengenai rencana evakuasi kayu gelondongan. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai kapal yang akan digunakan dan waktu pelaksanaannya.
"Sudah ada informasi akan ada kapal yang melakukan evakuasi. Tapi belum tahu kepastiannya," jelas Bambang.
Dia berharap penanganan segera dilakukan agar aktivitas masyarakat, terutama nelayan, kembali normal. "Harapannya segera teratasi," ucapnya. (*)
Next News

24 Daerah di Jatim Darurat Kekeringan, Pamekasan dan Sampang Terdampak Paling Parah
5 hours ago

Tabrakan di Galis Bangkalan, 2 Truk Ringsek
5 hours ago

DPRD Sampang Setujui Raperda Perubahan APBD 2026
9 hours ago

Tabrakan Calya Vs Truk di Bangkalan, 4 Penumpang Dievakuasi ke RS
2 hours ago

Puluhan Ribu Ton Tembakau Petani Terserap di Pamekasan, Harga Tertinggi Rp72.000 Per Kilogram
2 hours ago

Pemkab Sampang Dorong Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu
a day ago

Kemenag Akan Berantas Kekerasan di Lingkungan Pesantren
a day ago

Kemendikdasmen Dapat Tambahan Rp28 Triliun, PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu
a day ago

Rumah Sakit Daerah di Jatim Diminta Siaga Hadapi Kenaikan Influenza A dan ISPA
a day ago

Kecelakaan Beruntun di Blega Bangkalan, 1 Pemotor Meninggal
a day ago




