Air Kerap Mati, RSUD dr Mohammad Zyn Tanda Tangani MoU Bersama PDAM Trunojoyo Sampang

Air Kerap Mati, RSUD dr Mohammad Zyn Tanda Tangani MoU Bersama PDAM Trunojoyo Sampang
Proses penandatanganan MoU Pelayan Penyediaan Air Bersih PDAM dan RSUD dr Mohammad Zyn Sampang

Penandatangan MoU antara Perumda Air Minum Trunojoyo dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Muhammad Zayn Sampang terkait Pelayanan Penyediaan Air Bersih dilaksanakan pada Rabu, ( 23/06/2021).

Kerjasama ini menindaklanjuti keluhan dari keluarga pasien, adanya beberapa jaringan air bersih ke ruangan dan toilet di rumah sakit plat merah itu mati.

Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn, dr. Agus Akhmadin, menyampaikan dengan jalinan kerjasama ini banyak manfaat yang bisa diambil. Dengan saling memberikan manfaat, digambarkan dalam bentuk Simbiosis Mutualisme.

Pertama dari PDAM bisa diambil dari pelayanannya seperti memeriksa serta memastikan instalasi pipanisasi di RSUD apakah baik, sehingga dapat mensuplai air bersih ke ruangan yang ada dan bisa juga dari mutu baku airnya.

“Kedua bisa dari harga, harga harus bisa murah karena ini untuk masyarakat, kalau harganya mahal maka ke masyarakat juga mahal,” ungkapnya.

Agus kembali menyampaikan, kerjasama ini juga untuk membantu Pemerintah Kabupaten, agar nantinya pembayaran air bersih kembali ke PDAM sehingga menambah APBD.

“kedepan relokasi Rumah Sakit kalau jadi, kita akan minta sumbangsih PDAM, apakah pipanisasinya sudah benar atau tidak,” katanya.

Sebelumnya adanya kerjasama ini, RSUD masih melakukan droping dari PDAM dengan tangki, maka dengan adanya penandatangan ini diharapkan bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Sampang.

Menyambung apa yang disampaikan Dirut RSUD dr Muhammad Zayn Sampang, Dirut Perumda Air Minum Trunojoyo Sampang, Dani Darmawan menggambarkan kerjasama ini sebagai konsep kantong kanan dan kantong kiri. Dimana keduanya merupakan BUMD milik Pemerintah Daerah agar semestinya saling berkontribusi dan saling membantu.

“Apa yang bisa dibantu oleh PDAM, yaitu pemenuhan air bersih yang selama ini, meskipun telah dipenuhi masih ada kekurangan yang harus disuplai dengan tangki,” katanya.

Selain itu juga yang menjadi bahasan pada acara tersebut berkenaan dengan pembenahan pipanisasi atau instalasi. Namun menurutnya, itu merupakan masalah internal RSUD tapi jika diminta pihaknya siap dengan tenaga ahli, membantu baik itu instalasi atau tehnologinya.

“Nanti senandainya, memang perlu revitalisasi atau pemetaan atau apa itu yang menyangkut instalasi atau pipanisasi, siap tenaga kita,” jelasnya.

Disebutkan pula kerjasama ini dilakukan setahun, yang nantinya akan di evaluasi kembali apakah akan diperpanjang atau tidak. (Abbaz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *