3.000 Hektare Tambak Udang di Sampang Sudah Memiliki Mitrabisnis

3.000 Hektare Tambak Udang di Sampang Sudah Memiliki Mitrabisnis
Foto ilustrasi by pixabay.com

Luas lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai tambak udang di Kabupaten Sampang mencapai 3.000 hektare lebih. Ribuan hektare tambak udang tersebut tersebar di tujuh kecamatan di Kota Bahari.

Tujuh kecamatan tersebut adalah Camplong, Sampang, Jrengik, Sreseh, Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah. Sebagian besar pemilik tambak di Sampang membudidayakan udang vaname. Luas lahan tambak udang sekitar 588.719 meter persegi.

Kabid Perikanan dan Budi Daya Dinas Perikanan (Diskan) Sampang Moh. Mahfud mengatakan, udang bisa hidup di air payau. Karena itu, tujuh kecamatan yang dijadikan tempat budi daya udang rata-rata terletak di pesisir pantai. Terutama di pesisir pantai utara.

“Cara membudidaya udang dibagi tiga. Di antaranya, tradisional, semi intensif, dan intensif. Jika pakai cara tradisional, pembudi daya tidak memberikan pakan dan alat pendukung seperti kincir dan geomembran. Namun, tetap ada pakan pendukung,” ujarnya, Rabu,(2/2/2022).

“Sementara yang intensif menggunakan peralatan lengkap. Misalnya, kincir, geomembran, obat-obatan, dan pakan,” terangnyanya.

Ia juga menjelaskan, budidaya udang membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, harus mempersiapkan tambak, menebar benih, perawatan, hingga panen. Pengolahan lahan mulai dari pembajakan, pengapuran, pengobatan, pengisian air, hingga menebar benih butuh waktu sekitar sebulan.

“Lahan yang akan dijadikan tempat penebaran benih harus benar benar steril dari binatang dan bakteri lain. Dengan demikian, bibit udang bisa tumbuh normal. Setelah tiga bulan menebar benih, dalam waktu tiga bulan rata-rata bisa panen,” tuturnya.

Mahfud menambahkan, Pembudi daya tidak perlu mencari pembeli. Sebab, biasanya sudah ada pengepul yang mendatangi tambaknya. Tiap pembudidaya biasanya sudah memiliki mitrabisnis. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.