Tenggelam, Seorang Anak di Torjun Sampang Ditemukan Meninggal Dunia

Tenggelam, Seorang Anak di Torjun Sampang Ditemukan Meninggal Dunia
Korban saat ditemukan dan dievakuasi oleh warga dan petugas SAR BPBD Sampang. (Foto: Fahromi Nashihuddin)

Setelah hilang tenggelam di sungai sejak, Jum’at (21/10/2022) sekira pukul 15.00 Wib, tubuh seorang anak laki-laki berinisial SF, warga Dusun Bere’elah, Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Mayat anak berusia 14 tahun tersebut, ditemukan pada Sabtu (22/10), pukul 09.45 Wib, oleh warga setempat yang juga turut melakukan pencarian bersama Tim Search And Rescue (SAR) gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur TNI-Polri setempat.

“Awalnya badannya kena injak, terus saya menyelam kembali ke dalam air, kemudian saya tarik bajunya,” ungkap Yusuf (35), warga setempat yang berhasil menemukan dan mengevakuasi tubuh korban kepada salsabilafm.com.

Yusuf menceritakan, sekitar 150 meter ke arah selatan dari lokasi awal tenggelamnya korban, ia bersama sejumlah warga lain yang juga turut melakukan pencarian, mencium bau amis pada air ketika menyusuri sungai di area tersebut.

Kemudian, pencarian dipusatkan di titik bau amis tersebut kuat tercium. Benar saja, tidak berselang lama tubuh korban ditemukan tersangkut di dasar sungai.

“Setelah menyelam sekitar kedalaman 3 meter, saya berhasil menemukan korban dalam keadaan tersangkut pada akar-akar bambu,” tuturnya.

Sebelum korban ditemukan, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Moh. Imam menyampaikan, bahwa kondisi sungai yang dalam dan keruh, serta derasnya aliran sungai menyulitkan pihaknya dalam proses pencarian.

Sedangkan untuk kronologi pasti mengapa anak ini tenggalam, Imam belum dapat memberikan informasi pasti. Namun menurutnya, berdasar informasi warga sekitar, tenggelamnya korban berkaitan dengan penggerebekan judi jangkrik yang dilakukan oleh kepolisian setempat.

“Informasinya, korban kaget dan lari ketika mendengar suara tembakan peringatan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian saat melakukan penggerebekan. Karena panik, kemudian korban nekat meloncat ke sungai meski tidak bisa berenang,” pungkasnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *