Tajul Muluk “Prioritas Kami Pembaiatan Bukan Pulang”

IMG 20201105 WA0090
Pernyataan Ikrar Tajul Muluk beserta pengikutnya.

Pernyataan Ikrar Tajul Muluk atau Ali Murtadho beserta sekitar 274 pengikutnya di Pendopo Trunojoyo Sampang selesai digelar, Kamis (5/11/2020).

Dihadapan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dan tokoh ulamak, Tajul Muluk berikrar untuk meninggalkan ajaran Syiah dan kembali menganut ajaran Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja).

“Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad Saw utusan Allah. Saya berikrar melepaskan diri dari paham Syiah yang saya anut beserta ajarannya dan saya kembali kepada ajaran Ahlussunnah wal jamaah,” ucapnya.

IMG 20201105 WA0075
Tajul Muluk bersama istri (Ummu Kulsum) bacakan ikrar di hadapan ulamak.

Pasca ikrar, Tajul Muluk berharap semua permasalahan ini bisa selasai dan semua Jamaahnya bisa kembali ke kampung halamannya setelah kembali ke ajaran Ahlussunnah wal jamaah.

“Tapi sebenarnya kami tidak memprioritaskan masalah pulang, yang paling prioritas bagi kami adalah pembaiatan, karena kami tidak ingin punya hutang di hadapan Allah dan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, Ikrar ini adalah sebuah pilihan, dan Ahlussunnah wal jamaah merupakan ajaran yang benar baginya dan semua pengikutnya.

Disampaikan dia, sebanyak 274 orang mengikuti ikrar ini. “Ada sebagian yang memang menolak tapi saya tidak memaksa karena konsekuensinya kembali ke mereka dan saya berikrar atas kemauan saya sendiri,” terangnya.

Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi berharap, kedepannya ada kebersamaan persepsi pemikiran tanggung jawab pemerintah daerah, provinsi dan pusat pasca pembaitan.

“Dimana letak tanggung jawab kita sebagai pemerintah, untuk aqidah kami serahkan pada alim ulamak, sedangkan untuk nasib saudara kita, Tajul Muluk dan pengikutnya itu harus dipikirkan,” tegasnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *