Sopir Angkutan Umum: “Pemerintah TaK Cerdas Naikkan Harga BBM”

Sopir Angkutan Umum: "Pemerintah TaK Cerdas Naikkan Harga BBM"
Aktivitas angkutan umum di terminal Trunojoyo Sampang,
Selasa (6/9/2022).

Dampak kenaikan harga BBM dirasakan langsung oleh sopir angkutan umum di kabupaten Sampang. Selasa, (6/9/2022). Sebelumnya Pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi jenis solar dan Pertalite, termasuk BBM nonsubsidi Pertamax.

Soleh (46) sopir angkutan umum lintas Madura bangakalan-Sumenep mengaku harus memutar otak di tengah naiknya harga BBM dan sepinya penumpang.

“Sejak ada kendaraan umum online dan angkutan massal murah lainnya, angkot dan buz mini perlahan ditinggalkan masyarakat. Sekarang saja sepi penumpang ditambah BBM naik, pusing kita,” katanya.

Ia menjelas di industri transportasi umum, kenaikan harga solar jelas sangat berdampak pada naiknya harga tiket perjalanan. Seharusnya angkutan umum dikecualikan dari kebijakan tersebut

Kenaikan harga BBM yang tidak terhindarkan sebetulnya dapat dikurangi dampak kehebohannya kalau pemerintah bertindak cerdas dalam membuat kebijakan harga BBM.

“Selama ini saya melihat pemerintah tidak cerdas, sehingga kenaikan harga BBM secara otomatis membuat kehebohan, juga sekaligus berdampak pada kenaikan harga barang-barang dan tarif angkutan,” katanya.

“Kenaikan harga barang-barang itu terjadi karena ongkos angkut naik. Naiknya ongkos angkut karena harga BBM yang digunakan oleh angkutan barang juga turut naik,” tambahnya.

Jika pemerintah cerdas, maka kenaikan harga BBM akan dikecualikan untuk angkutan umum, baik angkutan penumpang atau barang. Kalau demikian, maka tidak ada alasan bagi operator untuk meningkatkan tarif angkutan penumpang maupun barang.

“Untuk sekarang, kami terpaksa menaikkan tarif penumpang sebesar Rp 1.000 baik jarak dekat maupun jauh. Ya mau bagaimana lagi BBM naik terpaksa ongkos naik. Biasanya jarak dekat ongkosnya cuma Rp 3.000 sekarang naik jadi Rp4.000,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.