Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang Refleksi 2021 Menuju Resolusi 2022

Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang Refleksi 2021 Menuju Resolusi 2022
Pemandangan anggota SP Sampang sedang mencatat poin-poin refleksi diri dan atas komunitas.

Setiap perempuan dilahirkan dalam keadaan fitrah, setiap perempuan adalah manusia seutuhnya dan setiap perempuan layak memiliki mimpi, cita-cita dan harapan. Kesempatan dan akses yang sama perlu dikumandangkan, terlebih lagi mengenai pendidikan yang lebih inklusif bagi khalayak ramai.

Renungkan, bahwa kehadiran perempuan bukan sebagai boomerang, bukan sebagai objek seksual, bukan sebagai malapetaka, bukan sebagai budak dan bukan sumber fitnah kehidupan.

Akan tetapi, perempuan adalah makhluk sosial sebagai subjek kehidupan, yang kehadirannya membawa perdamaian dan menjadi mitra menuju kemaslahatan. Karena sejatinya, yang namanya manusia pasti memiliki hak kebebasan dari segala macam kekerasan dan diskriminasi.

Curahan hati tersebut diungkapkan oleh Aminatur Rizqiyah, Pengelola Sekolah Perempuan (SP) Perdamaian Bintang 9 Sampang seusai menggelar kegiatan refleksi 2021 menuju resolusi 2022 di taman kota Sampang, Sabtu (8/1/2021) kemarin.

Aminatur Rizqiyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai via dalam proses perenungan dan analisis diri sendiri dalam merefleksikan perubahan yang dirasakan oleh anggota Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang.

“Baik secara individu maupun atas nama komunitas dari sebuah harapan yang sudah dan belum dicapai di tahun 2021 dan resolusi 2022 dalam mewujudkannya,” ucapnya kepada salsabilafm.com, Minggu (9/1/2022).

Dari kegiatan ini, perempuan yang juga aktif sebagai Sekretaris PC Fatayat NU Sampang ini berharap, adanya komitmen bersama untuk saling bersinergi dan saling memberi energi positif untuk saling peduli, saling menguatkan dan saling mendukung antar perempuan. 

Dijelaskan, hasil dari refleksi yang diungkapkan melalui perasaan, pesan dan kesan para anggota Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang bahwa proses perjalanan di SP yakni sebagai anugerah hidup yang patut disyukuri.

“Menurut Ummu Kulsum, salah satu anggota SP, berproses di SP bisa mengetahui bagaimana cara menghargai diri sendiri dan orang lain. Sebab sebuah pilihan atas segala sesuatu yang dirasakan, akan dimulai dari diri dan berakhir pada diri sendiri,” tuturnya.

Diungkapkan pula, pada tahun 2022, SP akan melaksanakan rekrutmen anggota baru melalui peace camp, agar banyak perempuan muslim, non muslim dan dissabilitas memiliki wadah untuk berekspresi bersama, tanpa memandang perbedaan dan bersatu tanpa pamrih.

“Sehingga suara perempuan bersatu dalam kepedulian. SP juga sebagai teladan ketahanan komunitas dari perempuan oleh perempuan dan untuk perempuan dalam mewujudkan kemaslahatan, kesejahteraan dan kesetaraan untuk hidup dalam damai,” pungkasnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *