Puluhan Hektar Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir, Ini Upaya Dispertan Sampang!

Puluhan Hektar Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir, Ini Upaya Dispertan Sampang!
Prihatin : Puluhan hektar tanaman padi petani rusak pasca banjir

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur beberapa waktu lalu, mengakibatkan ratusan hektar tanaman padi milik petani terancam gagal panen.

Moh Fatoni (38) seorang petani asal Gunung Maddeh mengeluhkan sawahnya yang terendam air banjir beberapa hari lalu, kondisi ini membuat tanaman padinya rusak parah.

“Padahal, diperkirakan tiga bulan lagi sudah panen, biasanya warga di sini panennya serentak menjelang bulan puasa setiap tahunnya, tapi karena lima kali berturut turut dilanda banjir, kami tidak tahu nasibnya seperti apa,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sampang, Suyono mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan bantuan benih padi ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Suyono menjelaskan, setiap musim penghujan ada dua wilayah kecamatan yang menjadi lokasi langganan banjir, yaitu, Kecamatan Jrengik dan Kecamatan Sampang.

“Setelah dilakukan pemantauan terhadap raturan hektar lahan yang tergenang air banjir, ada 98,5 hektar lahan padi mengalami kerusakan,” ungkapnya, Senin (18/1/2021).

Puluhan Hektar Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir, Ini Upaya Dispertan Sampang!
Kondisi lahan petani di Desa Pangelen Sampang pasca banjir beberapa waktu lalu

Puluhan hektar kerusakan tersebut tersebar di Kecamatan sampang, diantaranya Desa Panggung 20 hektar, Kamoning 3,5 hektar, Gunung Maddah 70 hektar, dan Paseyan 5 hektar.

“Sedangkan, kondisi padi di Kecamatan Jrengik tidak mengalami kerusakan, kodisinya masih dimungkinkan untuk dilanjut, beda dengan lahan padi di wilayah Kecamatan Sampang,” jelasnya.

Pihaknya mengaku telah melaporkan hal ini kepada Bupati Sampang, begitupun mengajukan surat bantuan benih padi ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Dengan adanya bantuan benih, nantinya para petani bisa menanam padi kembali, sebagai ganti tanaman mereka yang rusak akibat banjir,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *