Gelar Aksi, Kopri PC PMII Sampang Nilai Polres Tak Mampu Tangani Kasus Kekerasan Seksual

Gelar Aksi, Kopri PC PMII Sampang Nilai Polres Tak Mampu Tangani Kasus Kekerasan Seksual
Kopri PC PMII Sampang saat memperagakan nasib korban kasus kekerasan seksual. (Foto: Abbaz)

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sampang kembali menggelar aksi tuntut kekerasan seksual di depan Mapolres setempat, Kamis (10/3/2022).

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap kinerja Polres Sampang yang dinilai lamban bahkan tidak mampu menangkap tersangka kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang gadis di Kecamatan Kedungdung Sampang.

“Kami Kopri PC PMII Sampang mendengar kabar bahwa sampai saat ini pelaku masih berkeliaran bebas di lingkungannya. Jika Polres Sampang tidak mampu, lepas seragamnya biar kami yang jadi kepolisian,” ujar Asmaul Husna, Korlap Aksi.

Kopri PC PMII Sampang saat memperagakan nasib korban

Asmaul Husna menjelaskan, kasus ini terjadi pada awal bulan Oktober 2021 di rumah pelaku, ironisnya korban merupakan keluarga terdekat pelaku. Kemudian, pada 12 Oktober 2021 keluarga korban melapor ke pihak kepolisian.

Sayangnya, terhitung sejak pelaporan hingga saat ini, dalam waktu 5 bulan lamanya, Polres Sampang belum juga memberikan progres penangkapan pelaku, terkesan melakukan pembiaran, lelet dan tidak becus menyelesaikan kasus.

“Polres Sampang mandul dalam menangani kasus kekerasan seksual. Seharusnya menjadi tempat pemberi rasa aman, nyaman, pelindung bagi rakyat, tapi sekarang malah berbanding terbalik,” paparnya.

Tanda tanya besar, ada apakah dengan Polres Sampang?, Kopri PC PMII telah mengawal kasus ini sejak awal Januari, sudah melakukan audiensi 2 minggu setelah itu, aksi di tengah Februari, dan hingga bulan Maret ini belum juga ada hasil.

“Kami Kopri PC PMII Sampang menuntut Polres Sampang untuk menangkap pelaku dalam kurun waktu 14×24 jam, memberikan info perkembangan kasus setiap 3×24 jam, dan jika tuntutan poin 1-2 tidak dipenuhi, maka kami akan tindak lanjuti ke Kapolda Jatim,” tutupnya.

Ummu Kulsum, Ketua Kopri PC PMII Sampang

Hingga demo ini berakhir, Kapolres AKBP Arman tidak menemui peserta aksi. Menanggapi itu, Ketua Kopri PC PMII Sampang, Ummu Kulsum mengaku sangat kecewa karena kedatangan pihaknya hanya sebagai pejuang masyarat untuk menyuarakan keadilan.

“Kami sangat kecewa dengan Kapolres Sampang. Dalam mengawal kasus ini Kopri PC PMII Sampang mendapatkan berbagai intimidasi dari oknum yang tidak bertanggungjawab, bahkan kami diintimidasi sebelum aksi ini,” pungkasnya. (Abbaz)

Leave a Reply

Your email address will not be published.