Nelayan Enggan Melaut, Harga Ikan di Pasar Srimangunan Sampang Naik Hingga 30 Persen

Nelayan Enggan Melaut, Harga Ikan di Pasar Srimangunan Sampang Naik Hingga 30 Persen
Sepi pembeli, pasar ikan Srimangunan Sampang saat PPKM darurat

Akibat angin kencang dan gelombang tinggi dalam sepekan terakhir, sejumlah nelayan di Kabupaten Sampang enggan melaut. Mereka memilih beristirahat dan memperbaiki kapal serta jala yang rusak. Imbasnya, harga ikan di pasaran melonjak tinggi.

Moh Nawawi (43) nelayan asal gilih mandengin mengaku, tidak berani melaut mencari ikan di perairan Sampang karena angin kencang menyebabkan gelombang laut tinggi.

“Kami akan kembali melaut kalau situasi laut sudah normal, kalau saat ini memaksakan diri bisa berbahaya,” ujarnya, Jum’at, (16/7/2021) pagi.

Ia menjelaskan, ketinggian ombak di laut saat ini mencapai di atas rata-rata, yaitu 3 hingga 5 meter di atas pemukaan laut. Selain berbahaya, tangkapan ikanpun sulit didapat.

Terhentinya aktivitas nelayan juga berdampak pada naiknya harga ikan. Pantauan salsabilafm.com di pasar Srimangunan Sampang, Jum’at (16/7) pagi, harga ikan melonjak tinggi hingga 30%.

Ikan kakap naik dari Rp. 45 ribu menjadi Rp. 60 ribu/kg, sedangkan ikan tongkol naik dari Rp. 35 ribu menjadi Rp45 ribu/kg. Ikan tenggiri menjadi Rp. 85 ribu dari sebelumnya Rp60 ribu/kg, ikan selar dari Rp. 50 ribu menjadi Rp. 55 ribu/kg.

Kenaikan juga terjadi pada cumi-cumi dari Rp. 40 ribu menjadi Rp. 50 ribu/kg. Juga Simba menjadi Rp. 60 ribu/kg dari Rp. 55 ribu/kg, dan ikan bawal naik dari Rp. 45 ribu/kg menjadi Rp50 ribu/kg.

Maimuna pedagang ikan mengatakan, meroketnya harga Ikan di pasaran bukan hanya disebabkan dari cuaca buruk, tetapi kebijakan PPKM sangat berpengaruh pada harga-harga tersebut.

“Kalau cuaca buruk tidak begitu berpengaruh, tetapi adanya kebijakan PPKM darurat, dengan ada penyekatan di beberapa tempat sangat mempengaruhi harga ikan di pasaran,” ungkapnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *