Minim Sosialisasi, Banyak Pengendara Bingung Perubahan Lalu Lintas di Sampang

Sejak awal Maret lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang melakukan sejumlah perubahan arus lalu lintas. Namun, kebijakan itu tidak dibarengi dengan sosialisasi yang optimal. Akibatnya, banyak masyarakat yang tidak paham dan akhirnya melanggar.

Kasi LLAJ Bagian Perhubungan Darat Dishub Sampang Khotibul Umam tidak menampik masih banyak pengendara yang melanggar. Pemicunya, perubahan jalur lalu lintas yang masih terbilang baru.

“Masyarakat belum banyak yang mengetahui hal itu. namun, kami dari dishub Sampang siap mengoptimalkan sosialisasi tersebut,” katanya, Rabu (10/3/2021).

Perubahan arus lalin di antaranya terjadi di Jalan Jamaluddin. Jalan yang sebelumnya hanya satu arah untuk mobil itu, saat ini sudah diberlakukan untuk dua arah.

Ia menjelaskan tidak semua mobil bisa melintas di jalan tersebut. Akan tetapi, hanya mobil yang memiliki jumlah berat (JBB) di bawah 7.500 kilogram. Sementara kendaraan dengan JBB di atasnya harus melewati Jalan Pangarengan.

“Kalau angkutan truk dari Pamekasan itu lebih dari 7.500 kilogram, harus melewati jalan pengarengan kalau di bawah ketentuan itu boleh masuk kota,” ujarnya.

Menurutnya, kendaraan besar di bawah ketentuan itupun tidak bisa serta merta bebas lalu lalang, harus melalui jalur khusus, ketika dari arah Jalan Syamsul Arifin, dilarang belok kanan menuju Jalan Rajawali ke arah rumah sakit

“Mereka harus lurus menuju Jalan Rajawali II kemudian belok kanan menuju jalan Jamaludin,” katanya.

Ia menuturkan, saat ini jalan rajawali II dijadikan jalur satu arah, dengan demikian tidak mengganggu pengendara yang melintas dari arah berlawanan.

“Kami sudah pasang rambu-rambu tapi masih banyak yang belum paham,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *