M. Nadzir Fatihil Haq Jamaah Haji Termuda di Sampang Tahun 2022

M. Nadzir Fatihil Haq Jamaah Haji Termuda di Sampang Tahun 2022
M. Nadzir Fatihil Haq (26) saat ditemui usai pembekalan haji. (Foto: Fahromi Nashihuddin)

Pemuda kelahiran Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, M. Nadzir Fatihil Haq menjadi jamaah haji paling muda di Kabupaten Sampang pada tahun 2022. Nadzir akan berangkat menunaikan rukun Islam ke 5 di usianya yang ke 26 tahun.

Hal tersebut diketahui melalui pernyataan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Moh. Ersyad saat memberikan sambutan dalam acara Pembekalan Jamaah Haji oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi di Pendopo Trunojoyo, Senin (13/6/2022) pagi.

“Jamaah haji tahun ini maksimal umur 65 tahun, tapi kita ada yang paling muda yang sekarang masih umur 26 tahun, yaitu mas M. Nadzir Fatihil Haq, berangkat haji masih bujang belum nikah,” ungkap Moh. Ersyad.

Ditemui salsabilafm.com selepas pembekalan jamaah haji, Nadzir menceritakan bahwa keberangkatannya sebagai jamaah haji di usia ke 26 tahun berkat kedua orang tuanya yang selalu istiqomah bangun malam mendoakannya mulai semasa ia masih di pesantren.

Menurut Nadzir, dirinya mendaftar sebagai calon jamaah haji pada tahun 2010 dan baru terkonfirmasi berangkat pada tahun 2020. Karena pandemi Covid-19, dirinya beserta rombongan jamaah haji lainnya baru bisa berangkat pada tahun 2022 ini.

“Jadi total selama pengantrian mulai dari tahun 2010 sampai pemberangkatan di 2022, itu dengan kurun waktu 12 tahun,” tutur Nadzir.

Sempat tertunda karena pandemi, Nadzir mengaku sempat merasa sedih dan gelisah hingga akhirnya ia memendam hal itu dengan bersabar dan lebih memilih memohon kepada Alloh dan meningkatkan ibadah ketika dipastikan gagal berangkat haji selama 2 tahun berturut-turut.

“Awalnya sangat sedih sekali ketika dipastikan gagal berangkat di tahun 2020 dan 2021, tetapi saya memohon kepada Allah supaya bisa berangkat di tahun berikutnya. Alhamdulillah yaqin terhadap rahasia Allah, insyaAllah berangkat tahun ini bersama rombongan,” ucapnya.

Untuk biaya keperluan ibadah haji, Nadzir mengatakan bahwa semuanya murni berkat kedua orangnya. Mulanya ia tidak tahu telah didaftarkan, ia baru tahu setelah pulang ketika liburan pesantren. Haji ini merupakan hadiah terbaik dari kedua orang tuanya.

“Semoga saya dan semua jamaah diberkahi Allah dan dijadikan haji mambrur. Kemudian harapan saya untuk semua pemuda, karena antrian semakin lama setiap tahunnya, mari sisihkan rejeki untuk menabung haji,” pungkasnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *