Kenaikan Harga Telur Ayam Tertinggi Selama 5 Tahun Terakhir di Sampang

Kenaikan Harga Telur Ayam Tertinggi Selama 5 Tahun Terakhir di Sampang
Tumpukan telur di salah satu kios pedagang di pasar Srimangunan Sampang. (Foto: Mukrim)

Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di kabupaten Sampang mengalami kenaikan hingga mencapai Rp. 31 ribu per kilogram (kg). Antara lain, di pasar Srimangunan, pasar Rakyat Rongtengah, dan pasar Sore Dek Gedek.

Menurut pantauan salsabilafm.com, sejak beberapa minggu terakhir, harga telur naik mulai dari Rp. 27 ribu per kg menuju Rp. 29 ribu, ke Rp. 30 ribu bahkan sekarang sampai Rp. 31 ribu per kg, ini merupakan harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir.

Aini (35) seorang pedagang telur mengungkapkan bahwa harga telur naik imbas dari naiknya harga di peternak dan turut berpengaruh pada penjualan.

“Kalau harga telur memang saat ini terus mengalami kenaikan. Saya dapat dari pengepul seharga Rp 28.200 per kilo dan menjual di harga Rp 31.000. Itupun kadang satu hari tidak sampai terjual 10 karton, maksimal 10 karton. Susah sekarang karena apa-apa naik, konsumen kan juga kasian,” keluhnya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sampang, Sapta Nuris Ramlan mengungkapkan, meroketnya harga telur ayam dipengaruhi mahalnya pakan dan bibit ayam petelur, serta belum stabilnya produksi setelah banyak peternak mengurangi populasi ayam bahkan gulung tikar akibat dihantam pandemi.

“Memang betul tertinggi dalam 5 tahun ini, karena harga pakan saat ini mahal sehingga peternak mengurangi tingkat produksi telurnya tapi ini tak akan lama mungkin dua pekan kedepan sudah mulai stabil,” terangnya.

Pihaknya juga akan melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan harga telur ayam tersebut, diantaranya dengan menyediakan jagung pakan ayam yang sesuai dengan harga acuan pemerintah, yaitu Rp. 4.500/kg. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.