Kemarau Basah, Produksi Garam Sampang Diprediksi Alami Penurunan

Kemarau Basah, Produksi Garam Sampang Diprediksi Alami Penurunan
Aktivitas petani garam di Kabupaten Sampang. (Foto: Mukrim)

Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sampang mencatat produksi garam rakyat pada musim kemarau tahun 2022 diprediksi akan mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini diakibatkan adanya kemarau basah.

“Tahun ini produksi garam di Kabupaten Sampang mengalami penurunan. Pemicunya, cuaca yang kurang baik dan tidak menentu, sehingga proses produksi garam terhambat. Bahkan, petani garam terancam gagal panen ” kata Mahfud, Kabid Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Sampang, Selasa,(30/8/2022).

Mahfud menjelaskan, kemarau basah yang berlangsung musim ini mengakibatkan produksi garam di Sampang menurun. Bahkan, kini petani harus panen lebih awal karena khawatir hujan turun sebelum masa panen.

“Pada tahun lalu produksi garam di Sampang mencapai 159 ton. Sementara, tahun ini diprediksi mengalami penurunan lantaran cuaca yang tidak menentu,” imbuhnya.

Petani garam asal kelurahan Polagan Sampang, Aida mengatakan, cuaca yang tidak menentu menyebabkan produksi garam menurun. Padahal, biasanya dalam sepekan bisa panen hingga 7 ton gram.

“Biasanya seminggu bisa panen 7 ton, tetapi sekarang turun menjadi 4 ton. Kemarau basah juga berdampak pada kualitas garam. Intinya garam anjlok dan cukup banyak kerugiannya. Kalau masalah harga dari petambak itu Rp. 75 ribu per sak,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.