Harga Garam Murah, Petani Sampang Pilih Timbun Hasil Panen

20201104 183400
Tumpukan hasil panen garam petani di Kecamatan Pengarengan Sampang

Petani garam di Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur keluhkan harga garam yang kian merosot. Sebab hal itu, sebagian besar petani memilih menimbun hasil panen mereka.

Ismail (43), seorang petani garam di Kecamatan Pengarengan mengaku lebih memilih menimbun hasil panennya dan menunggu harga garam naik.

Menurutnya, harga garam saat ini terlampau murah, hanya berada di kisaran harga Rp. 65 – 70 ribu perkarungnya.

“Saya binggung biasanya kalau sudah masuk musim hujan harga garam naik, tapi sampai sekarang masih belum ada perubahan tetep saja segitu, jadi saya simpan dulu nunggu mahal,” cetusnya.

Ismail menyampaikan, harga garam saat ini tidak sepadan dengan modal yang ia keluarkan, dirinya membutuhkan sekitar Rp. 20 juta untuk memproduksi garam selama musim kemarau lalu.

“Dari pada rugi lebih baik saya tumpuk di gudang, nunggu harga jual lebih bersahabat. Selama tidak kena air, garamnya aman, paling hanya nyusut beratnya,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Sampang, M. Mahfud membenarkan bahwa saat ini belum ada kenaikan harga garam, ia menjelaskan, kerugian saat ini memang merata di kalangan petani.

“Biasanya kalau sudah musim hujan harga garam naik, tapi untuk sekarang karena keadaanya seperti ini jadi mandek di harga segitu,” timpalnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *