Harga Cabai Anjlok, Petani Bingung Mau Panen Tapi Rugi

Harga Cabai Anjlok, Petani Bingung Mau Panen Tapi Rugi
Foto cabai rawit from pixabay.com

Harga cabai milik petani di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur anjlok. Saat ini, harga terendahnya hanya mencapai Rp 6.000 per kilogram, Selasa (24/8/2021).

Anjloknya harga cabai membuat para petani mulai enggan memanen cabai mereka. Pasalnya, Merosotnya harga cabai tersebut berada di bawah biaya pokok produksi (BPP).

“Mau panen bagaimana, harga cabainya lagi murah. Dibawa ke pasar tentu perlu biaya transportasi, sesampainya di pasar kurang laku, kalau pun laku harganya jauh di bawah modal pokok “ ujar Moh Syakur petani cabai asal desa Jeruk Porot.

Moh. Syakur menjelaskan, harga cabai rawit merah di tingkat petani sudah beberapa hari ini hanya Rp. 6.000 per Kg dan harga cabai besar merah hanya Rp. 5.000 per kg.

Sedangkan untuk biaya pokok produksi atau modal (BEP) Rp. 8.000 per pohon dengan produksi rata-rata 0,8 kg per pohon.

“Itu masih biaya produksi, ditambah lagi ongkos upah petik. Upah petik sekarang lebih mahal dari harga cabai, jadi petani tidak hanya terbebani biaya produksi tetapi juga beban ongkos petik,” katanya.

Upah petik cabai rawit Rp 50.000 untuk buruh laki-laki dan Rp 35.000 untuk buruh perempuan. Dengan upah petik tersebut menurut Syakur, seorang pekerja dalam setengah hari rata-rata  bisa memetik 10 kg cabai rawit.

“Makanya sekarang petani milih mikir-mikir mau panen apa tidak, kalaupun panen mungkin hanya bersama keluarganya masing masing,” tutupnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.