Diskopindag Sampang Menilai 1202 IKM Genteng Karang Penang Kurang Berinovasi

Kabupaten Sampang memiliki 1.202 industri kecil menengah (IKM) yang bergerak di usaha kerajinan genteng. Namun, ribuan pelaku IKM tersebut selama ini dinilai kurang berinovasi.

Hal itu dapat dibuktikan dengan menghasilkan satu produk saja. Seharusnya kerajinan genteng bisa dikembangkan ke bentuk yang lain agar lebih bernilai ekonomis.

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Diskopindag Sampang Irawan mengatakan, 1.202 pelaku usaha kerajinan genteng di Kecamatan Karang Penang tersebar di Desa Blu’uran, Tlambah, Karang Penang Oloh, dan Gunung Kesan.

Akan tetapi, menurutnya selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, institusinya akan mendorong IKM agar mengembangkan usahanya.

“Kualitas tanah liat di Karang Penang terbaik se-Indonesia. Jika tidak dikelola dengan baik, tidak akan meningkatkan pendapatan IKM,” Kamis (18/3/2021).

Rencana pengembangan usaha pembuatan suvenir dari tanah liat mengemuka sejak 2020. Akan tetapi, belum bisa diwujudkan karena pandemi Covid-19.

“Untuk Tahun ini dianggarkan kembali, sayang jika bahan baku tanah liat dijadikan genteng saja, padahal bisa dibuat benda yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ucap Irawan.

Jika dibuat genteng, sambung Irawan, satu kotak tanah liat hanya bisa dijadikan satu genteng saja. Sedangkan kalau dibuat suvenir, satu kotak tanah liat bisa menghasilkan 10 sampai 15 produk.

“Harga genteng hanya Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu. Kalau suvenir jumlahnya kan bisa lebih. Jika ada wisatawan ke Sampang, bisa membeli suvenir berbahan tanah liat asal Karang Penang yang terbaik se-Indonesia,” pungkasnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.