Dampak PPKM Terhadap Sektor Transportasi, Sopir Bus: Semoga Tidak Diperpanjang Lagi

Dampak PPKM Terhadap Sektor Transportasi, Sopir Bus: Semoga Tidak Diperpanjang Lagi
Aktivitas salah satu sopir bus di tengah PPKM Level 4, Senin (16/8/21) pagi.

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tengah pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor transportasi. Para sopir angkutan kota (angkot) dan bus mengakui bahwa pendapatan mereka menurun drastis.

Salah seorang sopir bus, Moh Arief (44) mengatakan, semenjak diberlakukan, PPKM telah membuat masyarakat resah, khususnya para pekerja di sektor jasa angkutan umum.

Menurutnya, modal beli bahan bakar dan biaya yang dikeluarkan untuk operasional angkutan tak sebanding dengan hasil pendapatan yang diperoleh saat PPKM.

“Hari ini hari terakhir, semoga tidak diperpanjang lagi, karena untuk beli bensin saja kita kesusahanan, uang makan saja harus ngebon (utang) dulu, apalagi ditambah adanya PPKM, melarat mas,” ujarnya, Senin (16/8/21).

Ia bercerita, sepengalamannya selama 26 tahun menjadi sopir, tahun ini adalah yang paling parah. Beberapa hari ini, dirinya hanya kerap menghabiskan waktu dengan nongkrong di pangkalan angkot atau terminal bersama teman se-profesinya.

“Sehari dapat uang Rp 20 ribu saja, ya hitung-hitung menghibur diri, kita lebih sering nongkrong di pangkalan, terminal, dan warung kopi. mau narik juga sepi. Tak sebanding hasilnya, ternyata corona itu lebih kejam dari penjajah,” tutupnya. (Mukrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.