BPBD Jatim Kunjungi Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang Bahas La Nina

BPBD Jatim Kunjungi Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang Bahas La Nina
Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang KH Moh Itqan Bushiri ketika menyambut rombongan BPBD Jatim di kediamannya, Senin (1/11/2021) sore.

Mengantisipasi terjadinya La Nina, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengunjungi kediaman Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang KH. Moh Itqan Bushiri, Senin (1/11/2021) sore.

Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur, Erwin Indra Wijaya mengatakan, Kedatangan BPBD Jawa Timur bersama dengan BPBD Sampang mempunyai rencana terkait dengan kesiapsiagaan menghadapi La Nina di musim penghujan.

“Kunjungan kami bersama BPBD dan FPRB Sampang ke kediaman Ketua PCNU Sampang, untuk membicarakan langkah-langkah terkait kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana,” jelasnya.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), diprediksi ada beberapa daerah yang akan mengalami banjir, salah satunya Sampang yang memiliki history banjir akibat luapan sungai Kali Kamoning.

Karena itu, BPBD Jatim bersama BPBD Sampang berencana melakukan kegiatan susur sungai untuk membersihkan sungai dari sampah-sampah, kemudian melakukan kegiatan penanaman pohon vegetasi di sepanjang sungai Kamoning.

“Harapan ini akan menjadi sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi resiko terkait bencana banjir yang ada di Kabupaten Sampang,” ucapnya.

Selain banjir, lanjut Erwin, hujan dengan intensitas cukup tinggi yang diprediksi akan terjadi di wilayah Sampang juga dikhawatirkan mengakibatkan bencana longsor dan ada pula potensi terjadinya angin puting beliung.

“Menurut BMKG, prediksi terjadinya La Nina cukup kuat tahun ini daripada tahun sebelumnya. Untuk tahun 2021-2022, dari awal November ini sampai awal Januari sudah diwaspadai karena puncaknya musim penghujan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH. Moh Itqan Bushiri berharap, mudah-mudahan upaya mitigasi banjir yang dilakukan bisa sukses dan memberikan dampak positif untuk mengurangi resiko banjir.

“Karena yang harus dilakukan bukan hanya awal kedatangan banjir, tetapi pasca banjir juga harus diantisipasi. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi pembelajaran untuk masyarakat akan pentingnya memelihara sungai,” pungkasnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.