Bakesbangpol Sampang Akan Pulangkan Puluhan Mantan Pengikut Syiah

Bakesbangpol Sampang Akan Pulangkan Puluhan Mantan Pengikut Syiah
Rapat koordinasi elemen Pemerintahan dan keagaamaan Sampang persiapan pemulangan mantan pengikut syiah.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang akan memulangkan puluhan mantan pengikut aliran Syiah ke kampung halamannya. Pemulangan tersebut akan dilakukan bertahap dalam waktu dekat.

Kepala Bakesbangpol Sampang, Anang Djoenaedi menyampaikan, pemulangan dan penjemputan akan dilakukan secara bertahap. Pada Jumat (29/4), ada sebanyak 14 KK yang terdiri dari 53 jiwa. Rinciannya, 3 KK dari Desa Karanggayam dan 11 KK dari Desa Blu’uran.

“Dari 3 KK ada 13 jiwa dari Desa Karanggayam, tapi yang akan dijemput hanya 12 jiwa karena satunya masih kerja di luar kota, tetapi juga masuk dalam daftar penjemputan,” ujar Anang, Rabu (27/4) malam.

Sedangkan dari Desa Blu’uran, Anang menyebut ada sekitar 11 KK terdapat 40 jiwa yang akan hadir untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Sampang.

Ditegaskan, mereka yang sudah masuk dalam daftar penjemputan sudah melakukan ikrar atau baiat kembali ke ajaran ahlussunnah waljamaah (Aswaja) atau Sunni.

“Jumlah data awal 26 KK tetapi yang dibaiat untuk pemulangan awal ini sebanyak 14 KK dengan 53 orang,” terangnya.

“Yang belum dibaiat akan menyesuaikan rekomendasi tim 5 dan para kyai untuk dibaiat, yang pulang tahap pertama sudah ada rumah, untuk yang tahap selanjutnya masih disiapkan soalnya juga menyesuaikan anggaran,” imbuhnya.

Pemulangan mantan pengikut syiah itu akan dijamin pemenuhan kebutuhannya oleh pemerintah daerah seperti kebutuhan pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Kami akan penuhi bersama dinas terkait,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Rois Syuriyah PCNU Sampang KH. Syafiuddin Abdul Wahid mengapresiasi sinergitas pihak-pihak terkait mengenai pemulangan itu.

“Sudah 11 tahun mereka mengungsi di Rusunawa Jemundo, Sidoarjo, saat ini harus kembali demi kesatuan dan persatuan kedepannya,” kata Kyai Syafik.

Ia berharap, masyarakat desa setempat bisa menerima kedatangan saudara yang selama ini mengungsi di kota orang.

“Alhamdullah konflik Syiah ini semoga cepat selesai, masyarakat bisa menerimanya dengan lapang dada dan bahagia karena ini saudara kita,” harapnya. (Romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.